Saat Soe Hok Gie Diminta Tunjukkan Keindonesian...

Kompas.com - 27/01/2020, 05:34 WIB
Prasasti makam aktifis mahasiswa, Soe Hok Gie menjadi salah satu koleksi yang menghias Musium Prasasti, di Tanah Abang I, Jakarta Pusat. Aktifis mahasiswa yang juga salah satu pendiri organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UI ini tewas di Puncak Gunung Semeru, Jatim, 16 Desember 1969, akibat menghirup gas beracun, tepat sehari sebelum HUT-nya yang ke-27. Dok. KOMPAS/Pandu DEPrasasti makam aktifis mahasiswa, Soe Hok Gie menjadi salah satu koleksi yang menghias Musium Prasasti, di Tanah Abang I, Jakarta Pusat. Aktifis mahasiswa yang juga salah satu pendiri organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UI ini tewas di Puncak Gunung Semeru, Jatim, 16 Desember 1969, akibat menghirup gas beracun, tepat sehari sebelum HUT-nya yang ke-27.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Di awal berdirinya Orde Baru, sejumlah orang Tionghoa memilih mengganti nama dengan nama yang lebih Indonesia.

Hal itu terjadi pula pada aktivis mahasiswa angkatan 1966 Arief Budiman, kakak dari Soe Hok Gie. Arief memilih mengganti namanya dari yang sebelumnya, yakni Soe Hok Djin.

Sementara itu, sang adik, Soe Hok Gie memilih tetap menggunakan nama aslinya.

Meski berstatus sebagai seorang keturunan Tionghoa, Gie selalu menganggap dirinya beridentitas Indonesia.

Karenanya, ia bersikeras tetap menggunakan namanya sebab menurut Gie hal itu juga termasuk dalam identitas keindonesiaan.

Sehingga Gie pun menganggap pergantian nama bukan hal penting.

Baca juga: Soe Hok Gie dan Kisah Seorang Intelektual Muda Indonesia

Gie lantas menyatakan, jika keturunan Tionghoa harus mengubah namanya menjadi kejawa-jawaan agar dianggap orang Indonesia, itu harus pula dilakukan oleh keturunan Batak, Aceh, dan selainnya.

Bagi Gie, menjadi Tionghoa juga bagian dari Indonesia.

Ia menilai keturunan Tionghoa di Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai WNI selayaknya keturunan Jawa, Batak, dan suku lainnya.

Namun, ternyata, keputusan Gie mempertahankan nama Tionghoanya sempat membuat ia harus berurusan dengan petugas imigrasi saat hendak pergi ke Amerika Serikat (AS).

Saat mengurus paspor, petugas imigrasi memintanya membuktikan bahwa ia warga negara Indonesia asli.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X