Kompas.com - 27/01/2020, 05:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sosok Soe Hok Gie identik dengan dunia pergerakan mahasiswa menjelang lengsernya Presiden Soekarno dari kekuasaan.

Namun, sejatinya tak hanya itu. Secara tak langsung, melalui sikap kritisnya terhadap pemerintah, Gie juga merepresentasikan aktivis Tionghoa yang memiliki kecintaan terhadap negerinya, Indonesia.

Gie lahir di Jakarta pada 17 Desember 1942. Masa-masa aktivismenya dimulai saat ia menjalani studi di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI) jurusan sejarah.

Gie tercatat aktif di sebuah lembaga Tionghoa bernama Lembaga Pembina Kesatuan Bangsa (LPKB).

Baca juga: Kisah Aristides Katoppo, Soe Hok-Gie, dan Evakuasi di Gunung Semeru...

Di lembaga tersebut, Gie menjadi editor dari jurnal yang mereka terbitkan. Jurnal tersebut bernama Bara Eka.

Selain itu, ia bergiat di Gerakan Mahasiswa Sosialis (GMS) dan senat Fakultas Sastra UI. Di organisasi yang diikutinya, Gie aktif mengkritik pemerintah lewat tulisan-tulisannya.

Di LPKB, Gie aktif menulis tentang isu-isu asimilasi antara penduduk Tionghoa dan keturunan suku-suku lainnya di Indonesia.

Sementara itu, di GMS Gie aktif menulis dan mengadakan berbagai seminar untuk memunculkan sikap kritis mahasiswa terhadap pemerintahan Soekarno.

Baca juga: Seri Jejak Pendaki Semeru: Soe Hok-Gie, Kisah Pendaki dan Gunung Semeru

Puncaknya, melalui Senat Fakultas Sastra Indonesia, Gie dan kawan-kawannya angkatan 1966 turut merancang serangkaian demonstrasi seiring kenaikan harga bahan-bahan pokok karena tingginya inflasi saat itu.

Hingga akhirnya, posisi Soekarno terdesak dan menyerahkan tampuk kekuasaan sementara kepad Soeharto yang kala itu menjabat Pangkostrad melalui Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Citra Baik KPK Rendah, Pengamat: Diserang dari Luar dan Dalam

Citra Baik KPK Rendah, Pengamat: Diserang dari Luar dan Dalam

Nasional
Soal Revisi UU ITE, Anggota Komisi I: Jangan Buat Hukum Berdasarkan Kasihan

Soal Revisi UU ITE, Anggota Komisi I: Jangan Buat Hukum Berdasarkan Kasihan

Nasional
Rumah Pribadi Irjen Ferdy Sambo Digeledah

Rumah Pribadi Irjen Ferdy Sambo Digeledah

Nasional
Jawab Gugatan Pelapor Suharso Monoarfa, KPK Singgung 'Legal Standing'

Jawab Gugatan Pelapor Suharso Monoarfa, KPK Singgung "Legal Standing"

Nasional
BREAKING NEWS - Konferensi Pers Polri atas Kasus Penembakan Brigadir J

BREAKING NEWS - Konferensi Pers Polri atas Kasus Penembakan Brigadir J

Nasional
Penyesalan Bharada E, Menangis hingga Lama Berdoa Setelah Tembak Brigadir J

Penyesalan Bharada E, Menangis hingga Lama Berdoa Setelah Tembak Brigadir J

Nasional
Jawab Gugatan Nizar Dahlan, KPK Sebut Laporan Dugaan Korupsi Bukan Objek Praperadilan

Jawab Gugatan Nizar Dahlan, KPK Sebut Laporan Dugaan Korupsi Bukan Objek Praperadilan

Nasional
UPDATE 8 Agustus 2022: Bertambah 6.276, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.255.679

UPDATE 8 Agustus 2022: Bertambah 6.276, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.255.679

Nasional
Bertambah Satu, Jemaah Haji yang Wafat Kini 86 Orang

Bertambah Satu, Jemaah Haji yang Wafat Kini 86 Orang

Nasional
Dua Kali Ditunda, Pemeriksaan Puslabfor Polri di Komnas HAM Dijadwalkan Lagi Rabu

Dua Kali Ditunda, Pemeriksaan Puslabfor Polri di Komnas HAM Dijadwalkan Lagi Rabu

Nasional
Komnas HAM Analisis Data Komunikasi 15 HP Terkait Kasus Brigadir J

Komnas HAM Analisis Data Komunikasi 15 HP Terkait Kasus Brigadir J

Nasional
Jika Dipertahankan, Pasal Pencemaran Nama Baik di UU ITE Harus Dibuat Lebih Rigid

Jika Dipertahankan, Pasal Pencemaran Nama Baik di UU ITE Harus Dibuat Lebih Rigid

Nasional
Cek Data Komunikasi 15 Ponsel, Komnas HAM Duga Ada Pengaburan Fakta Tewasnya Brigadir J

Cek Data Komunikasi 15 Ponsel, Komnas HAM Duga Ada Pengaburan Fakta Tewasnya Brigadir J

Nasional
Lima Partai Pendaftar Pemilu 2024 Belum Lengkapi Berkas

Lima Partai Pendaftar Pemilu 2024 Belum Lengkapi Berkas

Nasional
Hari Ini, 81.612 Orang Jemaah Haji Sudah Tiba di Indonesia

Hari Ini, 81.612 Orang Jemaah Haji Sudah Tiba di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.