Wapres Sebut Masih Banyak Sarjana Belum Terserap Lapangan Kerja

Kompas.com - 26/01/2020, 21:25 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin saat menjadi keynote speaker di acara Forum Eurasia Centrist Democrat International (CDI). KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAWakil Presiden Maruf Amin saat menjadi keynote speaker di acara Forum Eurasia Centrist Democrat International (CDI).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan, masih banyak sarjana yang belum terserap lapangan perkerjaan.

Hal itu disampaikan Ma'ruf saat memberikan sambutan di wisuda STAI Salahudin Al Alyubi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (26/1/2020).

"Saat ini banyak dari para sarjana yang belum terserap jadi tenaga kerja handal. Hal ini akibat tidak jelinya lembaga pendidikan menangkap kebutuhan pasar tentang kerja," ujar Ma'ruf.

Baca juga: 8 Lowongan Kerja Lulusan Sarjana Teknik di BUMN Bidang Konstruksi

Padahal, menurut Ma'ruf, kebutuhan tenaga kerja handal masih tinggi seiring pertumbuhan industri di Indonesia.

Namun, saat ini yang dibutuhkan industri ialah tenga kerja yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia industri, bukan yang tanpa keahlian.

Oleh karena itu, Ma'ruf mengatakan, Indonesia saat ini sedang menyiapkan hal tersebut dalam rangka Indonesia maju.

Wapres mengatakan, salah satu prioritasnya ialah pemerintah ingin mencetak SDM unggul.

Baca juga: Maruf Amin Sebut Solusi Militer Tak Sepenuhnya Atasi Konflik, Malah Menyisakan Dendam

 

Oleh karena itu, penguasaan kompetensi spesifik bagi peserta didik harus jadi bagian penting yang harus dikedepankan oleh pendidik dan lembaga pendidikan.

"Karena sekarang ada lima prioritas yang sekarang dibangun untuk Indonesia maju, SDM unggul, melanjutkan infrastruktur, menyederhanakan regulasi, reformasi birokrasi, dan tranformasi ekonomi," kata mantan Rais Aam PBNU itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X