AJI Jakarta: Upah Layak Jurnalis Pemula di Jakarta Rp 8,79 Juta

Kompas.com - 26/01/2020, 16:52 WIB
Sekjen AJI Jakarta Afwan Purwanto dalam paparannya di kantor AJI Jakarta, Minggu (26/10/2020). KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANSekjen AJI Jakarta Afwan Purwanto dalam paparannya di kantor AJI Jakarta, Minggu (26/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menyampaikan, upah layak bagi para jurnalis pemula lajang di Jakarta dengan masa kerja di bawah 3 tahun pada tahun 2020 sebesar Rp 8.793.081.

Ini berdasarkan riset yang dilakukan oleh AJI Jakarta pada November-Desember 2019 terhadap harga-harga komponen kebutuhan jurnalis pemula di Jakarta yang mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kebutuhan Hidup Layak.

"Ini sudah kami sesuaikan dengan yang dimuat dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kebutuhan Hidup Layak. Jadi ada beberapa komponennya, namun komponen itu kami sesuaikan dengan kebutuhan jurnalis yang kami survei tadi," kata Sekjen AJI Jakarta Afwan Purwanto dalam paparannya di kantor AJI Jakarta, Minggu (26/10/2020).

Baca juga: BNPB Berikan Penghargaan untuk Pilot Militer dan Jurnalis

Menurut Afwan, nilai upah layak versi AJI Jakarta ini berdasarkan pada penjumlahan komponen kebutuhan, mulai dari komponen kebutuhan pangan, sandang, hingga kebutuhan lainnya berdasarkan regulasi tersebut.

"Pertama, makan. Itu nasi, sayur, ayam, teh itu kami hitung Rp 25.000, tiga kali makan sehari selama sebulan. Kemudian air mineral, Aqua galon kami ambil komponennya 3 galon per bulan, kemudian buah-buahan dari standar kementerian itu pepaya atau pisang, kami ambil pepaya, kemudian teh atau kopi, gula dan susu," kata Afwan.

Menurut Afwan, nilai kebutuhan pangan yang layak bagi jurnalis muda berada di kisaran Rp 3,041 juta.

Selain itu, untuk kebutuhan tempat tinggal, tim riset AJI Jakarta melakukan survei indekos di Jakarta Pusat dengan biaya ideal yang diperlukan sekitar Rp 1,3 juta.

"Kemudian, jurnalis juga kan perlu ganti baju, ada beberapa komponen yang kami masukkan ke sini, seperti celana panjang, kemeja, kaus dalam atau dalaman cewek, celana dalam, sepatu kerja, kemudian celana pendek, sandal jepit, jaket, tas ransel, kalau dirata-ratakan per bulan Rp 751.682," kata dia. 

"Jadi kebutuhan layak itu seperti ini, dalam satuannya itu ada misalnya dalam 1 tahun kita tiga kali ganti celana, misalnya seperti itu. Makanya kebutuhannya harga tiga celana kita bagi dengan 12 bulan, dalam satu tahun," ucap dia. 

Kemudian, tim riset juga melihat komponen kebutuhan lainnya, misalnya, transportasi kerja dengan rata-rata kerja selama 22 hari dalam sebulan dengan kisaran biaya per hari sebesar Rp 70.000.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 27 Mei: 928 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, Malaysia Catat Penambahan Tertinggi

UPDATE 27 Mei: 928 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, Malaysia Catat Penambahan Tertinggi

Nasional
Jokowi Minta TNI-Polri Ditambah di Daerah yang Angka Covid-19 Tinggi

Jokowi Minta TNI-Polri Ditambah di Daerah yang Angka Covid-19 Tinggi

Nasional
Wakil Ketua Komisi II Ragu Pilkada Dapat Digelar Desember

Wakil Ketua Komisi II Ragu Pilkada Dapat Digelar Desember

Nasional
Penanganan Covid-19 Belum Optimal, PSHK Minta Pemerintah Hati-hati Terapkan 'New Normal'

Penanganan Covid-19 Belum Optimal, PSHK Minta Pemerintah Hati-hati Terapkan "New Normal"

Nasional
Jokowi Instruksikan Sosialisasi New Normal secara Masif

Jokowi Instruksikan Sosialisasi New Normal secara Masif

Nasional
Angka Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Gugus Tugas Kirim Mobil Lab

Angka Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Gugus Tugas Kirim Mobil Lab

Nasional
Fraksi PKS Menilai Rencana New Normal Terlalu Dini, Ini Alasannya

Fraksi PKS Menilai Rencana New Normal Terlalu Dini, Ini Alasannya

Nasional
RSD Wisma Atlet Tangani 851 Pasien Positif Covid-19

RSD Wisma Atlet Tangani 851 Pasien Positif Covid-19

Nasional
Lindungi Tenaga Medis, UI Kembangkan Bilik Tes 'Swab'

Lindungi Tenaga Medis, UI Kembangkan Bilik Tes "Swab"

Nasional
Jubir Pemerintah: Upaya Penemuan Vaksin Covid-19 Belum Berhasil

Jubir Pemerintah: Upaya Penemuan Vaksin Covid-19 Belum Berhasil

Nasional
Profil Iman Brotoseno, Sutradara Film yang Jadi Dirut TVRI Gantikan Helmy Yahya

Profil Iman Brotoseno, Sutradara Film yang Jadi Dirut TVRI Gantikan Helmy Yahya

Nasional
UPDATE 26 Mei: 415 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Tertinggi, hingga 27 Pasien Meninggal

UPDATE 26 Mei: 415 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Tertinggi, hingga 27 Pasien Meninggal

Nasional
Saat Pemerintah Persiapkan Fase New Normal di Tengah Pandemi Covid-19

Saat Pemerintah Persiapkan Fase New Normal di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Mahfud Dapat Meme 'Corona is Like Your Wife' dari Luhut, Apa Artinya?

Mahfud Dapat Meme "Corona is Like Your Wife" dari Luhut, Apa Artinya?

Nasional
Ini Indikator Daerah Siap Terapkan New Normal Menurut Gugus Tugas Covid-19

Ini Indikator Daerah Siap Terapkan New Normal Menurut Gugus Tugas Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X