Siauw Giok Tjhan, Penggemar Cerita Detektif yang Ajak Pemuda Tionghoa Dukung Kemerdekaan RI

Kompas.com - 26/01/2020, 06:52 WIB
Salah seorang pendiri dan tokoh Baperki IstimewaSalah seorang pendiri dan tokoh Baperki

Saat kabinet Amir jatuh, Siauw bergabung dengan Front Demokrasi Rakyat, sebuah oposisi pemerintah Hatta. Di sini lah, Siauw tak hanya berpolitik mendukung pemerintah, melainkan juga pernah menjadi oposisi.

Pada tahun 1949, ia menjadi anggota Badan Pekerja dan kemudian menjadi anggota DPR RIS.

Siauw Giok juga kembali menjalani aktivitas jurnalistiknya pada awal 1950-an. Ia menerbitkan Sunday Courier dan pernah menjadi editor Republik. Setahun kemudian, ia menerbitkan Suara Rakjat yang berubah nama menjadi Harian Rakjat.

Baca juga: Peran Masyarakat Tionghoa dalam Pertempuran 10 November: Ikut Angkat Senjata hingga Dirikan Palang Biru

Pada tahun 1953, koran ini dibeli Partai Komunis Indonesia (PKI). Siauw Giok menjadi anggota resmi di partai tersebut. Ia tetap menjadi kontributor di Harian Rakjat dan menjalin hubungan dekat dengan tokoh PKI seperti Njoto dan Tan Lin Djie.

Dalam kariernya sebagai anggota parlemen, Siauw merupakan pembela komunitas Tionghoa agar mereka bisa mendapatkan kewarganegaraan Indonesia. Ia pun menentang keras diskriminasi ekonomi kepada masyarakat Tionghoa.

Perjuangannya itu dilanjutkan saat ia menjadi Ketua Baperki pada Maret 1954. Baperki merupakan organisasi Tionghoa terbesar saat itu dengan jumlah anggota diperkirakan sebesar 300.000 orang.

Organisasi ini mengusulkan agar masyarakat dan kebudayaan Tionghoa dianggap sebagai salah satu suku bangsa Indonesia. Dengan demikian, mereka tidak perlu mengubur kebudayaan leluhurnya.

Kontribusi Baperki meluas ke sektor pendidikan. Baperki menyediakan sekolah-sekolah bagi anak-anak Tionghoa. Bahkan di tahun 1960, Baperki mendirikan Universitas Res Publica.

Meski Baperki bukan organisasi politik, pada tahun 1955, Baperki mendapatkan 180.000 suara dan memperoleh satu kursi di parlemen. Siauw mendapatkan banyak dukungan dari kalangan peranakan, masyarakat Totok, termasuk para pebisnis dan kaum intelektual.

Baca juga: Cerita Tan Jin Sing, Bupati Yogyakarta Keturunan Tionghoa: Intrik Keraton hingga Perang Diponegoro

Pada saat peristiwa 1965 pecah, Baperki yang dianggap lekat dengan PKI ditutup secara paksa oleh militer. Siauw ikut ditangkap beserta pimpinan Baperki lainnya. Ia pun ditahan selama 10 tahun.

Pada tahun 1978, dia diizinkan ke Belanda untuk berobat karena sakit keras. Selama di Belanda, Siauw tetap aktif berpolitik.

Ia pun tutup usia pada 20 November 1981, terkena serangan jantung tepat sebelum ia mengisi kuliah di Universitas Leiden. Siauw meninggal dalam keadaan sedang jauh dari Indonesia, Tanah Air yang sangat dicintainya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Corona, Riset Ini Tegaskan Pentingnya Physical Distancing

Pandemi Corona, Riset Ini Tegaskan Pentingnya Physical Distancing

Nasional
Instruksi Mendagri untuk Pemda soal Penanganan Corona, dari Realokasi Anggaran hingga Pengawasan Sembako

Instruksi Mendagri untuk Pemda soal Penanganan Corona, dari Realokasi Anggaran hingga Pengawasan Sembako

Nasional
Pilkada 2020 Ditunda, Komnas HAM Ingatkan soal Hak Pilih Kelompok Rentan

Pilkada 2020 Ditunda, Komnas HAM Ingatkan soal Hak Pilih Kelompok Rentan

Nasional
Gunakan Mesin TB-TCM, Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Bisa Lebih Banyak dan Cepat

Gunakan Mesin TB-TCM, Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Bisa Lebih Banyak dan Cepat

Nasional
PBNU Imbau Nahdliyin Ikuti Kebijakan Pemerintah soal Mudik Lebaran

PBNU Imbau Nahdliyin Ikuti Kebijakan Pemerintah soal Mudik Lebaran

Nasional
Gugus Tugas Covid-19 Pastikan APD untuk Tenaga Medis di Indonesia Tercukupi

Gugus Tugas Covid-19 Pastikan APD untuk Tenaga Medis di Indonesia Tercukupi

Nasional
Wapres Tanya Ridwan Kamil soal Antisipasi Kedatangan Orang Rantau dan TKI, Ini Jawabannya

Wapres Tanya Ridwan Kamil soal Antisipasi Kedatangan Orang Rantau dan TKI, Ini Jawabannya

Nasional
Komisi IX DPR Minta Pemerintah Percepat Melakukan Deteksi Covid-19

Komisi IX DPR Minta Pemerintah Percepat Melakukan Deteksi Covid-19

Nasional
Ditanya Wapres Dampak Karantina Wilayah Cegah Covid-19, Ini Kata Ridwan Kamil

Ditanya Wapres Dampak Karantina Wilayah Cegah Covid-19, Ini Kata Ridwan Kamil

Nasional
PLN Jamin Pasokan Listrik di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Aman

PLN Jamin Pasokan Listrik di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Aman

Nasional
Kemendagri Minta Pemda Realokasi Anggaran Penanganan Covid-19 dalam 7 Hari ke Depan

Kemendagri Minta Pemda Realokasi Anggaran Penanganan Covid-19 dalam 7 Hari ke Depan

Nasional
Lapor ke Wapres, Jabar Siapkan Rp 16 Triliun untuk Dampak Pandemi Covid-19

Lapor ke Wapres, Jabar Siapkan Rp 16 Triliun untuk Dampak Pandemi Covid-19

Nasional
Ketua Gugus Tugas Harap Kepala Desa Terapkan Karantina Mandiri dalam Cegah Covid-19

Ketua Gugus Tugas Harap Kepala Desa Terapkan Karantina Mandiri dalam Cegah Covid-19

Nasional
Pemerintah Akan Perbanyak Pemeriksaan Covid-19, Alat dari Swedia Siap Didatangkan

Pemerintah Akan Perbanyak Pemeriksaan Covid-19, Alat dari Swedia Siap Didatangkan

Nasional
Wapres: Pemerintah Cari Strategi Tepat Putus Penularan Covid-19

Wapres: Pemerintah Cari Strategi Tepat Putus Penularan Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X