Siauw Giok Tjhan, Penggemar Cerita Detektif yang Ajak Pemuda Tionghoa Dukung Kemerdekaan RI

Kompas.com - 26/01/2020, 06:52 WIB
Salah seorang pendiri dan tokoh Baperki IstimewaSalah seorang pendiri dan tokoh Baperki

"Di saat ini pula, Siauw Giok mulai tertarik dengan politik dengan ikut aksi boikot yang dipimpin Liem Koen Hian menentang kesebelasan sepak bola Belanda di Surabaya. Akibat aksinya ini, Siauw diskors dari sekolahnya selama seminggu," tulis Yerry.

Baca juga: Koran Sin Po, Pelopor Istilah Indonesia yang Hilang dari Catatan Sejarah...

Kesadaran politik Siauw semakin meningkat, dia mengagumi sosok Liem Koen Hian dan bergabung dengan media Sin Tit Po. Namun, saat koran Mata Hari berdiri pada tahun 1934 sebagai corong Partai Tionghoa Indonesia (PTI), Siauw memutuskan bergabung dengan koran ini di Semarang.

Tahun 1937, ia kembali ke Surabaya untuk memimpin kantor cabang Mata Hari di sana. Siauw mulai berkenalan dengan aktivis politik Tionghoa yang mendorong minatnya pada Marxisme dan perjuangan anti-fasis.

Tahun 1939, ia menggantikan Kwee Hing Tjiat yang meninggal dunia sebagai editor Mata Hari dan kembali berkantor di Semarang.

Baca juga: Kisah Tony Wen, Kepercayaan Soekarno yang Selundupkan Candu demi Negara

Di Semarang, Siauw Giok menemui perempuan yang kelak menjadi istrinya, Tan Gien Hwa. Tan Gien merupakan putri dari seorang pedagang sukses di Pemalang. Siauw Giok dan Tan Gien memutuskan menikah tahun 1940.

Pada masa pendudukan di Jepang, ia bersembunyi di Malang. Seiring waktu, ia memimpin organisasi milisi Tionghoa bentukan Jepang bernama Kakyo Shokai. Di organisasi itu, dia mengajak para pemuda Tionghoa untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Caranya, mereka menjalin kerja sama dengan milisi-milisi Indonesia.

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, ia bergabung dengan Partai Sosialis pada bulan Desember 1945. Selanjutnya, April 1946, Soekarno menunjuknya sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat, lembaga yang menjalankan fungsi parlemen pada awal kemerdekaan.

Ia pun kemudian dijadikan sebagai menteri untuk urusan minoritas dalam kabinet Amir Syarifudin.

"Jabatan-jabatan politik ini menunjukkan partisipasi politik Siauw dalam pemerintahan awal Indonesia," tulis Yerry.

Baca juga: Liem Koen Hian, Partisipasi Tokoh Tionghoa di Awal Pemerintahan RI

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X