Bamsoet Nilai Banjir Jakarta Bawa Hikmah, Minimal Saling Kenal Tetangga

Kompas.com - 25/01/2020, 21:53 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo di Cililitan,  Jakarta Timur, Sabtu (25/1/2020). KOMPAS.com/Dian Erika Ketua MPR Bambang Soesatyo di Cililitan, Jakarta Timur, Sabtu (25/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Permusyaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengatakan, ada hikmah di balik bencana banjir yang melanda Jakarta.

Banjir, menurut politisi Partai Golkar ini, bisa menyatukan warga.

"Sehebat apa pun musibah yang kita alami, mudah-mudahan banjir ada hikmahnya. Minimal sama tetangga saling kenal. Kalau tidak banjir kan elu-elu, gue-gue (masing-masing)," ujar Bambang saat memberikan bantuan untuk korban banjir di Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (25/1/2020).

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini menyebutkan, musibah banjir membuat warga menjadi saling membantu.

"Kita menjadi senasib sepenanggungan," tuturnya.

Baca juga: Rumah Anak Bambang Soesatyo Banjir, Jeep Rubicon Terendam

Meski begitu, Bamsoet berharap musibah banjir pada 2020 ini tidak akan berlanjut ke depannya.

Dia juga mengharapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencermati sumber dan titik-titik penyebab banjir.

"Mudah-mudahan kalau Pemprov DKI sudah melihat sumber-sumber banjir, mudah-mudahan ini akan menjadi banjir yang terakhir," kata dia.

Sebelumnya, sejumlah wilayah di lima wilayah kota Jakarta terendam banjir sejak Rabu (1/1/2020).

Baca juga: Banjir Jakarta Jadi Sorotan Internasional, Ini Penjelasan Ahli

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, banjir Jakarta dan sekitarnya disebabkan curah hujan ekstrem.

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG di Landasan Udara TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, curah hujan mencapai 377 milimeter.

Kemudian, dari hasil pengukuran di Taman Mini, Jakarta Timur, curah hujan tercatat 335 milimeter.

Angka ini merupakan curah hujan tertinggi yang menerpa Jakarta, dengan rekor sebelumnya ada pada tahun 2007 dengan catatan 340 milimeter per hari.

Baca juga: 3 Fakta Soal Toa Banjir Jakarta, dari Beranggaran Rp 4 Miliar hingga Tuai Kritik

Akibat banjir, tercatat 31.323 warga yang berasal dari 158 kelurahan, mengungsi karena rumahnya terendam banjir.

Banjir tak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga jalan-jalan protokol Jakarta.

Sejumlah transportasi umum mulai dari bus transjakarta, KRL, hingga penerbangan di bandara Halim Perdanakusuma juga terpaksa dibatalkan akibat rendaman banjir.

Banjir juga menyebabkan pemadaman listrik oleh PLN. PLN Distribusi Jakarta Raya memadamkan listrik di 724 wilayah Jakarta yang mengalami banjir.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X