BNPB Ingatkan Pejabat Daerah Pantau Curah Hujan Setiap Waktu

Kompas.com - 24/01/2020, 20:34 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan keterangan terkait peninjauan banjir dan longsor Kabupaten Bogor,  di Landasan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (18/1/2020) Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana BNPBKepala BNPB Doni Monardo menyampaikan keterangan terkait peninjauan banjir dan longsor Kabupaten Bogor, di Landasan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (18/1/2020)
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Doni Monardo meminta pejabat daerah selalu waspada di musim penghujan.

Dia meminta para pejabat terus memberi informasi pada masyarakat tentang curah hujan di daerahnya masing-masing.

"Antisipasi kepada tingkat kesiapsiagaan. Informasi tentang curah hujan harus diikuti setiap waktu. Para pejabat dan petugas yang ada diharapkan bisa lebih sering untuk mengetahui perkembangan situasi," kata Doni di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (22/1/2020).

Doni menjelaskan, potensi bencana banjir di daerah hulu sungai bisa berpengaruh ke daerah lain yang dekat aliran sungai dari hulu.

Baca juga: BNPB Tunggu Usulan Dana Renovasi Rumah dari Bupati Lebak dan Bogor

Karena itu, dia meminta para pejabat daerah terus siap siaga memberikan informasi tentang curah hujan ataupun potensi bencana ke masyarakat.

"Sehingga perlu ada peringatan-peringatan kepada masyarakat bahkan sampai dengan tingkat untuk mengevakuasi warga agar mereka keluar dari daerah-daerah yang rawan," ucapnya.

"Rawan di landa banjir bandang ataupun banjir yang dapat membahayakan keselamatan mereka," kata Doni.

Eks Danjen Kopassus itu juga mengimbau warga untuk tidak tinggal dekat sungai.

Hal itu dilakukan agar tidak terdampak banjir saat curah hujan Indonesia sedang tinggi.

"Kemudian juga imbauan-imbauan agar masyarakat bersedia untuk tidak berada pemukiman ataupun di bantaran sungai yang dapat dilalui oleh air bah air banjir bandang," ucapnya.

Baca juga: BNPB: 17.556 Pengungsi di Kabupaten Bogor, 1.776 Pengungsi di Lebak

Sebelumnya, Doni meminta pejabat daerah mengurangi waktu tidur demi mengantisipasi dampak bencana banjir yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Doni mengatakan, sistem peringatan dini banjir sudah terbentuk. Namun pengoperasiannya tetap bergantung pada keseriusan pejabat daerah tersebut.

"Tanpa adanya keseriusan, tanpa fokus bekerja mengabdi untuk rakyat, akan susah," ujar Doni di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).

"Seluruh pejabat diharapkan dapat lebih peduli, terutama dalam menghadapi musim hujan begini. Kalau perlu tidurnya dikurangi, siaga terus," lanjut dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X