Komnas HAM Minta Penyelesaian Kasus Tragedi Semanggi Tak Lagi Diributkan

Kompas.com - 24/01/2020, 16:58 WIB
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (24/1/2020). KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYAKetua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik meminta teknis penyelesaian kasus Tragedi Semanggi I dan II tak lagi menjadi polemik.

"Kita katakan, sudahlah kita enggak usah berpolemik lagi hal-hal yang teknis. Karena itu teknis, selesaikan saja. Langkahnya kan sudah ada," ujar Taufan di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Baca juga: Mahfud MD: Tak Ada Tenggat Waktu Penyelesaian Tragedi Semanggi I dan II

Taufan menjelaskan upaya teknis penyelesaian juga sudah diusulkan Menko Polhukam, Mahfud MD. Yakni jalur yudisial dan non yudisial.

Ia juga mengklarifikasi terkait pernyataan kontroversi Jaksa Agung ST Burhanuddin saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPR pada pertengahan Januari kemarin.

Saat itu Jaksa Agung sempat mengatakan, peristiwa Semanggi I dan II bukan pelanggaran HAM berat, merujuk pada rekomendasi yang pernah dikeluarkan oleh DPR pada 2001.

Menurutnya, perbedaan pendapat menjadi hal biasa dalam suatu dinamika.

"Ya biasalah, dalam satu dinamika tertentu kadang-kadang ada sedikit perbedaan-perbedaan pendapat. Tapi secara substansial semua pihak sepakat untuk terus mencari solusi," katanya.

Baca juga: Komnas HAM Siap Temui Jaksa Agung Bahas Tragedi Semanggi I dan II

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM Amiruddin Al Rahab menyebut semua pihak telah saling berkomitmen untuk mengambil langkah penyelesaian kasus Tragedi Semanggi I dan II.

"Itu semua tadi kita bicarakan berada di koordinasi Pak Menko. Nanti semua pihak dengan Pak Menko kita akan duduk bersama. Dengan DPR kita akan duduk bersama," ungkap Amiruddin.

Baca juga: Jumat Kelam Tragedi Semanggi 1998, Perjalanan Mencekam Bertemu Wawan...

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan, peristiwa Semanggi I dan II bukan pelanggaran HAM berat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X