Menempatkan Anak Muda dalam Partai Politik

Kompas.com - 23/01/2020, 11:29 WIB
Anak muda dan politik KOMPAS/DIDIE SWAnak muda dan politik

Jawaban bagi partai politik

Melihat survei LSI per Agustus 2019, parpol menjadi lembaga negara yang memiliki tingkat kepercayaan paling rendah. Tingkat kepercayaan publik terhadap parpol hanya berkisar diangka 53 persen.

Di sisi lain, sikap dan pandangan generasi muda yang mendominasi populasi Indonesia hari ini baik secara langsung maupun tidak langsung banyak memengaruhi dinamika politik nasional.

Jika politisi partai melihat celah antara masalah dan peluang ini, parpol seharusnya menyusun strategi untuk melakukan rekrutmen sekaligus juga menempatkan generasi muda dalam jabatan strategis partai.

Hal ini bisa menjadi jalan untuk mengurangi jarak antara persepsi negatif anak muda dengan kenyataan dinamika berkecimpung dalam politik praktis. Daripada berposisi berseberangan, parpol bisa merangkul generasi muda untuk menjadi brand ambassador organisasinya.

Lebih jauh lagi, seandainya parpol bisa melakukan regenerasi kepemimpinan kepada politisi yang lebih muda, kemungkinan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada parpol lebih terbuka lebar.

Baca juga: KALEIDOSKOP 2019: Tokoh Milenial yang Jadi Pilihan Jokowi...

Dengan perkembangan zaman dan berbagai tantangannya saat ini, pemikiran dan pendekatan anak muda yang segar akan membawa napas baru dalam strategi dan langkah politik kepartaian.

Pemikiran-pemikiran kritis generasi muda bisa dikonversi menjadi mesin yang membangun bagi parpol. Wajah baru dengan rekam jejak yang segar tentu memiliki daya tarik yang berbeda dengan sosok-sosok senior dengan segala legendanya.

Dalam konteks kalkulasi yang realistis, regenerasi dalam parpol juga merupakan investasi jangka panjang. Data Pemilu 2019 yang menunjukkan besarnya angka pemilih pemula, secara tidak langsung memastikan bahwa Pemilu 2024 mendatang juga masih menjadi ajang bagi politisi-politisi muda.

Pengawakan dan kepemimpinan generasi muda dalam parpol bisa menjadi tindakan preventif terhadap tokoh-tokoh muda populer “kutu loncat” yang marak muncul akibat kaderisasi instan pada tahun-tahun politik.

Tanggung jawab dan kesempatan berkarya membangun partai bisa menjadi jalan untuk memupuk rasa kepemilikan kader-kader muda populer terhadap parpol dari mana ia berasal.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X