Menempatkan Anak Muda dalam Partai Politik

Kompas.com - 23/01/2020, 11:29 WIB
Anak muda dan politik KOMPAS/DIDIE SWAnak muda dan politik

ISTILAH “milenial” dan "anak muda" menjadi kata-kata terpopuler pada 2019. Bagaimana tidak, persentase anak muda yang mendominasi pemilih Pemilu 2019 membuat kelompok umur ini menjadi komoditas politik yang paling menjadi target klaim para politisi pada tahun lalu.

Sayangnya, setelah kompetisi politik usai, anak muda tak lagi banyak dikaitkan dengan perpolitikan nasional. Padahal, para insan politik seharusnya menyadari bahwa angkatan muda Indonesia yang jumlahnya mendominasi ini memiliki potensi yang besar untuk perpolitikan Indonesia.

Jikalau harus menunjuk salah satu pihak dalam konstelasi politik nasional yang seharusnya dapat mengelola potensi generasi muda, partai politiklah jawabannya.

Potensi anak muda

Generasi muda Indonesia hari ini memiliki potensi yang luar biasa. Mereka adalah angkatan muda Indonesia yang paling terdidik dan paling banyak mengenyam pendidikan tinggi dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya.

Baca juga: Kemendikbud Nobatkan Milenial sebagai Kata Paling Populer 2019

Tak hanya itu, antusiasme politik anak muda yang terlihat dari partisipasi Pemilu 2019 dan berbagai sikap kolektif menyikapi kebijakan politik pasca- pemilu presiden (pilpres) juga patut diacungi jempol.

Mereka berhasil mendobrak mitos tentang generasi muda yang dianggap paling apatis terhadap politik. Antusiasme milenial justru paling menggelitik.

Apabila dikelola dengan baik, potensi yang luar biasa ini bisa menjadi jawaban bagi partai politik untuk menghadapi tantangan politik yang kian dinamis, serta kebutuhan elektoral yang rasional. Namun, tampaknya belum banyak parpol yang bisa melihat momentum ini.

Pasca-Pemilu 2019, selain partai-partai papan bawah seperti PSI yang mengecap dirinya sebagai partai milenial dan PKPI yang menunjuk Diaz Hendropriyono sebagai ketua umum, belum banyak parpol yang benar-benar menonjolkan kader-kader mudanya dalam organisasi kepartaian.

Banyak parpol-parpol papan atas dan menengah justru berusaha memelihara status quo dan tetap memilih politisi-politisi senior untuk mengawaki organisasi sentral partai. PKB, PDIP, Nasdem, dan Golkar, pasca-Pemilu 2019 tetap memilih kembali ketua umum lama untuk periode berikutnya.

Baca juga: Survei I2: Febri Diansyah dan Nadiem Makarim, Tokoh Milenial Terpegah dan Tervokal 2019 di Media Online

 

Padahal, partai politik ke depan memiliki kepentingan lebih besar terhadap generasi milenial apabila ingin terus eksis dalam perpolitikan Indonesia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Kasus Djoko Tjandra, Anggota Komisi III: Kurang Koordinasi Antar Lembaga

Soal Kasus Djoko Tjandra, Anggota Komisi III: Kurang Koordinasi Antar Lembaga

Nasional
Tommy Soeharto Resmi Pecat Kader Partai Berkarya yang Ingin Munaslub

Tommy Soeharto Resmi Pecat Kader Partai Berkarya yang Ingin Munaslub

Nasional
Gugat UU Pemilu di MK, Perludem Tak Minta Ambang Batas Parlemen Dihilangkan

Gugat UU Pemilu di MK, Perludem Tak Minta Ambang Batas Parlemen Dihilangkan

Nasional
Kasus PT DI, KPK Konfirmasi Dirut PT PAL soal Penganggaran Mitra Penjualan

Kasus PT DI, KPK Konfirmasi Dirut PT PAL soal Penganggaran Mitra Penjualan

Nasional
Periksa 3 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Impor Tekstil, Kejagung Kumpulkan Bukti Proses Impor dari India

Periksa 3 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Impor Tekstil, Kejagung Kumpulkan Bukti Proses Impor dari India

Nasional
Periksa Saksi Kasus Nurhadi, KPK Konfirmasi Pengajuan Sengketa PT MIT Vs KBN

Periksa Saksi Kasus Nurhadi, KPK Konfirmasi Pengajuan Sengketa PT MIT Vs KBN

Nasional
Jokowi Minta Menterinya Merasa 'Ngeri' dengan Kondisi Ekonomi Global

Jokowi Minta Menterinya Merasa "Ngeri" dengan Kondisi Ekonomi Global

Nasional
Taufik Basari: Nasdem Akan Lobi Fraksi Lain di DPR untuk Golkan RUU PKS

Taufik Basari: Nasdem Akan Lobi Fraksi Lain di DPR untuk Golkan RUU PKS

Nasional
Beri Pembekalan Calon Perwira TNI-Polri, Jokowi Singgung Disrupsi Teknologi

Beri Pembekalan Calon Perwira TNI-Polri, Jokowi Singgung Disrupsi Teknologi

Nasional
Minta Menteri Kerja Lebih Cepat, Jokowi: Caranya Bapak-Ibu Lebih Tahu

Minta Menteri Kerja Lebih Cepat, Jokowi: Caranya Bapak-Ibu Lebih Tahu

Nasional
9 Tips bagi Masyarakat Kelompok Rentan agar Tak Mudah Terjangkit Covid-19...

9 Tips bagi Masyarakat Kelompok Rentan agar Tak Mudah Terjangkit Covid-19...

Nasional
Jokowi: Jangan Lagi Beli dari Luar, Apalagi Hanya Masker

Jokowi: Jangan Lagi Beli dari Luar, Apalagi Hanya Masker

Nasional
Jokowi Minta Prabowo Beli Alutsista Dalam Negeri

Jokowi Minta Prabowo Beli Alutsista Dalam Negeri

Nasional
Danjen Kopassus: Teroris Sudah Pakai Alutsista

Danjen Kopassus: Teroris Sudah Pakai Alutsista

Nasional
Pusat Kajian Gender UGM: Kekerasan Seksual Dianggap Tak Terlalu Penting, Bahkan Ditoleransi

Pusat Kajian Gender UGM: Kekerasan Seksual Dianggap Tak Terlalu Penting, Bahkan Ditoleransi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X