Ini 3 Catatan Bawaslu untuk KPU tentang Pelaksanaan Pemilu 2019

Kompas.com - 22/01/2020, 19:57 WIB
Warga menggunakan hak politiknya ketika mengikuti Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2019 di TPS 02, Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (27/4/2019). Sebanyak 11 TPS di DKI Jakarta melaksanakan pemungutan suara ulang. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO AWarga menggunakan hak politiknya ketika mengikuti Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2019 di TPS 02, Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (27/4/2019). Sebanyak 11 TPS di DKI Jakarta melaksanakan pemungutan suara ulang.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Mochammad Afifudin menyampaikan tiga catatan terkait penyelenggaraan Pemilu 2019.

Hal itu ia katakan, dalam acara Refleksi Hasil Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 dan Persiapan Penyelenggaraan Pemilihan Serentak 2020 di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Setidaknya ada tiga catatan Bawaslu. Pertama adalah ketegangan saat penetapan data pemilih.

"Ketegangannya pertama ketika klarifikasi soal calon atau pendaftar pemilu, itu ketegangan pertama yang ramai, hubungan ketegangan dan lain-lain sejatinya untuk menjaga pemilu kita," kata Afif.

Baca juga: KPU Sebut Jumlah Caleg Perempuan di Pemilu 2019 Paling Tinggi

Catatan kedua, terkait kampanye di luar jadwal. Pada Pemilu 2019 terdapat partai politik yang memutar mars di media massa yang dimiliki petinggi partai tersebut, sebelum waktu kampanye.

"Termasuk ketegangan salah satu partai yang kita mintai laporan kampanye di luar jadwal yang pada saat itu sudah sepakat semua tapi ketika pemeriksaan di Bareskrim berbeda sikap. Ini yang menjadi catatan untuk kita dalam pola hubungan, ketegangan dan lain-lain," ujarnya.

Catatan terakhir adalah data milik KPU yang banyak diragukan.

Kata Afif, data milik KPU kerap dibandingkan dengan data yang diperoleh masyarakat karena adanya keraguan. 

"Kemudian yang terakhir ketika kami saksikan proses atau menyerang KPU terkait kepercayaan hasil pemilu, pertama yang dilakukan menyandingkan kita punya data beserta pemilih yang kita inventasi datanya sama, karena data dikelola KPU dan diawasi oleh Bawaslu, dan pada saat yang sama kita keluarkan kebijakan situasional," ucapnya.

Baca juga: Refleksi Pemilu 2019, Sebanyak 894 Petugas KPPS Meninggal Dunia

"Kita harus berani ambil sikap paling depan melakukan kebijakan situasional," ucap Afif.

Diketahui, KPU menggelar acara refleksi Pemilu 2019. Dalam acara itu KPU memaparkan evaluasi Pemilu 2019.

Selain evaluasi Pemilu 2019, Ketua KPU juga sempat memaparkan rencana pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X