Sebagai Warga Tanjung Priok, Ma'ruf Amin Yakin Yasonna Dimaafkan

Kompas.com - 22/01/2020, 17:35 WIB
Wapres Maruf Amin saat ditemui wartawan di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariWapres Maruf Amin saat ditemui wartawan di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi menyarankan agar warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, memaafkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Warga Tanjung Priok hari ini berdemonstrasi karena tersinggung dengan ucapan Yasonna Laoly yang menyebut kemiskinan di Tanjung Priok menyebutkan wilayah itu rawan kriminal.

Menurut Masduki, pernyataan Yasonna merupakan keseleo lidah semata.

"Iyalah, saya kira (warga Priok) itu memaafkan. Perlu ada solusi antara warga Priok untuk ya, semacam tak terlalu keras begitu menyikapi pernyataan Pak Yasonna, begitu juga Pak Yasonna saya kira lebih pada keseleo lidah untuk menyampaikan sesuatu yang membuat warga Priok merasa tak nyaman," kata Masduki saat dihubungi wartawan, Rabu (22/1/2020).

Baca juga: Jika Yasonna Tak Minta Maaf dalam Kurun 2x24 Jam, Ini yang Akan Dilakukan Warga Tanjung Priok

Masduki mengatakan, warga Tanjung Priok sedianya bisa memaafkan, karena Wapres Ma'ruf Amin yang juga berasal dari wilayah tersebut cenderung memaafkan.

Terutama, pada hal-hal yang sebenarnya tak dimaksudkan untuk menyakiti alias keseleo lidah.

"Saya yakin warga Priok akan mengikuti Bapaknya yang jadi Wapres, untuk cenderung memaafkan terhadap hal-hal yang sebenarnya tak dimaksudkan untuk menyakiti," kata dia.

Hari ini, sejumlah warga Tanjung Priok berdemonstrasi di depan gedung Kemenkumham, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Mereka merasa tersinggung dengan pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang menyebutkan kawasan Tanjung Priok identik dengan kriminalitas dan kemiskinan.

Baca juga: Warga Tanjung Priok kepada Yasonna Laoly: Kami Memang Tatoan, tapi Kami Bukan Kriminal

Yasonna Laoly sebelumnya menilai kemiskinan merupakan sumber tindakan kriminal. Menurut Yasonna, semua pihak harus membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Dia sempat membandingkan antara kawasan Tanjung Priok Jakarta Utara dengan Menteng Jakarta Pusat.

Dalam perbandingannya, dia menyebut, Tanjung Priok banyak melahirkan tindak kriminal karena tingkat perekonomian yang miskin.

Sedangkan hal sebaliknya terjadi di kawasan pemukiman Menteng.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X