Kompas.com - 22/01/2020, 05:54 WIB
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna bersama Chaerul, perakit pesawat jenis ultralight. IstimewaKepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna bersama Chaerul, perakit pesawat jenis ultralight.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) akan memberikan bimbingan teknis kepada montir pembuat pesawat, Chaerul, untuk menjadi kopilot pesawat.

"Nanti pada saat penerbangan kami sudah siapkan, nanti dia merasakan kopilot. Nanti dia akan bagaimana berkomunikasi, bawa pesawat bagaimana, kemarin-kemarin keliling kan cuma lihat, nanti akan rasain," ujar Ketua Komite Terbang Bermotor dan Swayasa Untung Medianto di Mabes TNU AU, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Namun, sebelum menjalankan tugasnya sebagai kopilot, pria asal Pinrang, Sulawesi Selatan ini akan terlebih dahulu menjalani pembekalan.

Baca juga: Punya Potensi Kedirgantaraan, Chaerul akan Dijadikan Anggota FASI

Pembekalan itu berupa penguasaan mengamankan pesawat hingga tinggi-rendahnya pesawat.

Untung menyatakan, selama bersama FASI, Chaerul akan dibiarkan memilih cabang mana yang akan digeluti.

Selain itu, Untung mengapresiasi keputusan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna yang mengirimkan Chaerul kepada FASI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, itu langkah positif untuk masyarakat bergabung bersama FASI.

"Kita sering dengar ada orang berprestasi, kita langsung melihat, 'Ini kan belum pendidikan, ini ini ini', kita bunuh (kariernya). Itu tidak boleh dimatikan kariernya. kalau ini sudah bagus. Makanya keputusan ksau mengirim dia ke komite kami itu sudah benar," ujar Untung.

Baca juga: Chaerul Ingin Produksi Pesawat Murah Usai Rakitannya Berhasil Terbang

Sebelumnya, pemuda asal Pinrang, Sulawesi Selatan bernama Chaerul sukses merakit pesawat terbang sendiri.

Pesawat model Ultralight buatannya berhasil mengudara di Pantai Ujung Tape, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Rabu (15/1/2020) lalu.

Chaerul merakit pesawat tersebut hanya belajar dari YouTube.

Begitu juga cara menerbangkan pesawat itu yang ia pelajari secara otodidak dari tutorial di YouTube.

"Belajar dari YouTube. Kebanyakan channel luar negeri," kata Chaerul usai bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/1).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Ingin RI Berkontribusi agar Taliban Penuhi Janji soal Pemberdayaan Perempuan Afghanistan

Jokowi Ingin RI Berkontribusi agar Taliban Penuhi Janji soal Pemberdayaan Perempuan Afghanistan

Nasional
Mulai 28 November, Pelaku Perjalanan Indonesia Bisa ke Singapura Tanpa Karantina, Ini Syaratnya

Mulai 28 November, Pelaku Perjalanan Indonesia Bisa ke Singapura Tanpa Karantina, Ini Syaratnya

Nasional
Ketua Panitia Dukung Saran 9 Kiai Sepuh Terkait Muktamar Ke-34 NU pada Januari 2022

Ketua Panitia Dukung Saran 9 Kiai Sepuh Terkait Muktamar Ke-34 NU pada Januari 2022

Nasional
Para Elite Politik di Lingkaran Pemuda Pancasila, dari Bamsoet hingga Jokowi

Para Elite Politik di Lingkaran Pemuda Pancasila, dari Bamsoet hingga Jokowi

Nasional
Komnas HAM Harap Jaksa Agung Segera Umumkan Tim Penyidik Kasus Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM Harap Jaksa Agung Segera Umumkan Tim Penyidik Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Kontras Harap Masyarakat Sipil Dilibatkan dalam Tim Penyidik Kasus Pelanggaran HAM Berat

Kontras Harap Masyarakat Sipil Dilibatkan dalam Tim Penyidik Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Di KTT Asia-Eropa, Jokowi Singgung Kesenjangan Vaksin Negara Kaya-Miskin

Di KTT Asia-Eropa, Jokowi Singgung Kesenjangan Vaksin Negara Kaya-Miskin

Nasional
Komnas HAM Harap Jaksa Agung Segera Umumkan Kasus HAM Berat yang Akan Disidik

Komnas HAM Harap Jaksa Agung Segera Umumkan Kasus HAM Berat yang Akan Disidik

Nasional
217.000 Personil Polri Disiapkan Untuk Jaga Posko PPKM Selama Libur Nataru

217.000 Personil Polri Disiapkan Untuk Jaga Posko PPKM Selama Libur Nataru

Nasional
Hindari Gelombang Ketiga, Satgas Ungkap Kunci Penanganan Covid-19 Saat Nataru

Hindari Gelombang Ketiga, Satgas Ungkap Kunci Penanganan Covid-19 Saat Nataru

Nasional
Polri: 70 Persen Masyarakat Mau Mudik, 30 Persen Memilih di Rumah Saat Nataru

Polri: 70 Persen Masyarakat Mau Mudik, 30 Persen Memilih di Rumah Saat Nataru

Nasional
Komnas HAM Sambut Baik Rencana Jaksa Agung Lakukan Penyidikan Kasus HAM Berat

Komnas HAM Sambut Baik Rencana Jaksa Agung Lakukan Penyidikan Kasus HAM Berat

Nasional
Sukseskan Presidensi G20, Kemenkominfo Siapkan Bandwidth 20 Gbps

Sukseskan Presidensi G20, Kemenkominfo Siapkan Bandwidth 20 Gbps

Nasional
Polisi Sebut Bakal Dirikan Posko PPKM Saat Nataru di Pintu Tol dan Jalur Perbatasan Daerah

Polisi Sebut Bakal Dirikan Posko PPKM Saat Nataru di Pintu Tol dan Jalur Perbatasan Daerah

Nasional
Kemenag: Jemaah Haji dan Umrah Tak Perlu Vaksin Booster Covid-19

Kemenag: Jemaah Haji dan Umrah Tak Perlu Vaksin Booster Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.