Wakil Ketua Komisi I: Pemerintah Tak Boleh Dipermainkan Abu Sayyaf

Kompas.com - 21/01/2020, 15:40 WIB
Ilustrasi penculikan anak. SHUTTERSTOCKIlustrasi penculikan anak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari meminta pemerintah mengutamakan keselamatan lima Warga Negara Indonesia ( WNI) yang disandera kelompok bersenjata asal Filipina, Abu Sayyaf

Kelima WNI itu diculik di perairan Sabah, Malaysia, Kamis (16/1/2020).

Kharis mengatakan, pemerintah tak boleh dipermainkan oleh kelompok Abu Sayyaf yang sudah berulang kali menyandera WNI.

"Kita juga tidak mau kemudian dimain-mainkan oleh mereka (kelompok Abu Sayyaf). Jadi, ada kesan penculikan ini selalu berulang, saya berharap pemerintah Indonesia bisa menyelesaikan dalam hal ini menteri luar negeri," kata Kharis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Baca juga: 5 WNI Diculik di Malaysia, Mahfud MD: Abu Sayyaf Tidak Mati-mati

Kharis meminta, Menteri Luar Negeri ( Menlu) Retno Marsudi dapat berkoordinasi dengan negara-negara tetangga Indonesia seperti Malaysia, Singapura dan Filipina untuk mengantisipasi tindakan kelompok Abu Sayyaf.

Ia mengatakan, pemerintah harus membangun diplomasi dengan negara-negara tetangga agar strategi penyanderaan kelompok Abu Sayyaf dapat dihentikan.

"Saya kira harus cari terobosan agar tujuan mereka menyandera untuk mencari duit itu harus bisa dihentikan, sehingga mereka tidak melakukan penyanderaan lagi," ujarnya.

Lebih lanjut, Kharis optimistis pemerintah Indonesia dapat menyelamatkan dan memulangkan lima WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.

Ia kembali menegaskan, solusi dari peristiwa penyanderaan WNI oleh kelompok Abu Sayyaf adalah diplomasi.

"Jadi ya langkah diplomasi menjadi solusi dari ini semuanya, makanya perlu terobosan diplomasi dari pemerintah Indonesia dalam hal ini Menteri Luar Negeri," pungkasnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X