Penyidikan Selesai, Eks Dirut Perum Perindo Segera Disidang

Kompas.com - 20/01/2020, 10:53 WIB
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri memberi keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Senin (13/1/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DPlt Juru Bicara KPK Ali Fikri memberi keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Senin (13/1/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi telah menyelesaikan berkas penyidikan terhadap eks Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia ( Perum Perindo), Risyanto Suanda.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, berkas penyidikan tersangka kasus suap terkait impor ikan beku itu segera dilimpahkan dan dibawa ke meja hijau.

"Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka RSU (Rrisyanto Suanda) tidak pidana korupsi suap terkait Perum Perindo, ke penuntutan tahap 2," kata Ali dalam keterangan tertulis, Senin (20/1/2020).

Baca juga: Dirut Perum Perindo Diduga Terima Rp 1.300 dari Tiap Kilogram Ikan Salem yang Diimpor

Ali mengatakan, sidang terhadap Risyanto rencananya digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam kasus ini, selain Risyanto, KPK menetapkan Direktur PT Navy Arsa Sejahtera Mujib Mustofa sebagai tersangka.

Risyanto diduga menerima uang suap senilai Rp 1.300 dari setiap kilogram ikan jenis frozen pacific mackerel atau ikan salem yang diimpor PT Navy Arsa Sejahtera (PT NAS).

Baca juga: Dugaan Suap Impor Ikan, KPK Panggil Direktur Operasional Perum Perindo

Adapun Risyanto menjanjikan kuota impor kepada PT NAS sebanyak 250 ton pada Mei 2019 dengan tambahan 500 ton untuk Oktober 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X