Hari-hari Terakhir Yun Hap, Mahasiswa UI Korban Tragedi Semanggi II

Kompas.com - 20/01/2020, 06:41 WIB
Setelah disemayamkan di Balai Mahasiswa Kampus UI Salemba, Sabtu (25/9) jenazah Yun Hap mahasiswa UI yang tertembak Jumat (24/9) dalam aksi demo menentang RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta pun dibawa dan disemayamkan di Yayasan Rumah Duka Abadi, Daan Mogot, Jakarta Barat sebelum dimakamkan di Pemakaman Pondok Rangon, Minggu (26/9). KOMPAS/ARBAIN RAMBEYSetelah disemayamkan di Balai Mahasiswa Kampus UI Salemba, Sabtu (25/9) jenazah Yun Hap mahasiswa UI yang tertembak Jumat (24/9) dalam aksi demo menentang RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta pun dibawa dan disemayamkan di Yayasan Rumah Duka Abadi, Daan Mogot, Jakarta Barat sebelum dimakamkan di Pemakaman Pondok Rangon, Minggu (26/9).

Ho Kim Ngo mengingatkan Yun Hup dengan mengaitkan tradisi China bahwa itu sebagai pertanda tidak bagus.

Namun, saran sang ibunda tak membuat Yun Hap menarik niatnya turun ke jalan.

Pada 23 September 1999, rencana Yun Hap pun terlaksana. Dia bergabung menolak RUU PKB.

Malamnya, pukul 22.00 WIB, Yun Hap memberitahu Ho Kim Ngo bahwa dirinya tidak pulang ke rumah.

Paginya, Yun Hap pulang dan sampai ke rumah pukul 09.00 WIB. Tak ada orang yang ditemuinya saat itu, rumahnya kosong.

Ayahnya, Yap Pit Sing, tengah bekerja dan adiknya, Yun Yie berangkat kuliah.

Tak berselang lama, Ho Kim Ngo tiba di rumah setelah mencari sayuran di pasar. Tidak lama kemudian, Liana, adik Yun Hap lainnya menyusul pulang dari sekolah.

Ketika bertemu Ho Kim Ngo, Yun Hap pun memberi tahu bahwa dia lapar. Kemudian, Yun Hap makan sayuran yang dimasak Ho Kim Ngo.

Baca juga: Polemik Tragedi Semanggi I dan II, Ini Definisi Pelanggaran HAM Berat

Setelah makan, sekitar pukul 11.00 WIB, Yun Hap menyetel TV dan melihat laporan berita terkait demonstrasi pada 23 September 1999.

Dalam laporan pemberitaan itu terjadi korban luka dan meninggal dalam demonstrasi yang juga diikuti Yun Hap.

Ho Kim Ngo yang juga sama-sama mendengar laporan berita itu pun mengingatkan Yun Hap agar lagi turun ke jalan.

"Hap, kamu jangan ikut demo lagi, itu lihat ada yang meninggal dan banyak yang terluka,"  Ho Kim Nkatago.

Seperti sebelumnya, Yun Hap tetap pergi dan bergabung dalam demontrasi.

Benar saja, sekitar pukul 12.00 WIB, dengan membawa tas, Ho Kim Ngo menanyakan niatan Yun Hap, "Hap, kamu mau ke mana?" Yun Hap menjawab, "Mau ke kampus."

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X