Kementerian BUMN Fokus Kembalikan Uang Nasabah Jiwasraya

Kompas.com - 19/01/2020, 13:23 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memberi keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (5/12/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DStaf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memberi keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (5/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyampaikan, pihaknya tengah fokus mengembalikan uang nasabah Jiwasraya

"Kami fokus ke solusi, kami ini di Kementerian BUMN, atas perintah Pak Jokowi adalah cari solusi," kata Arya dalam acara Cross Check bertajuk "Kasus Jiwasraya, Pansus vs Panja" di kawasan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2020).

Arya mengatakan, sejak kasus Jiwasraya bergulir, pihaknya langsung mencari solusi terkait hal tersebut.

Apalagi, hal yang diperlukan nasabah saat ini yakni uang mereka kembali. "Sebesar apa pun problem kalau dikerjakan, itu yang dibutuhkan nasabah. Nasabah maunya uangnya kembali," kata dia.

Baca juga: Jokowi: Jiwasraya Sakitnya Sudah Lama, Penyembuhannya Tak Langsung Sehari, Dua Hari...

Ia juga mengatakan, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan, yakni holding asuransi, membuat anak perusahaan, dan restrukturisasi.

Adapun holding asuransi, menurut dia, tujuannya mendapatkan dana walaupun tidak bisa langsung.

"Ini kami harapkan dalam waktu dekat kuartal pertama dana terkumpul. Pak Erick Thohir mengatakan, mudah-mudahan kalau semua urusan regulasi selesai, bulan 2 sudah bisa dibagi uang bertahap," kata dia.

Sementara itu, untuk anak perusahaan, nantinya dimasukkan ke dalam investasi yang berasal dari luar maupun dalam negeri.

"Kemudian kami akan melakukan restrukturisasi, jadi utangnya si Jiwasraya kepada nasabah dan investor itu kita langsung cicil apa ada yang besar atau kecil," kata dia.

Terkait kasus Jiwasraya, Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka.

Baca juga: Soal Kasus Jiwasraya, Sandiaga Ingatkan Perlunya Pemulihan Bisnis Selain Aspek Hukum

Kelima tersangka itu yakni Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Harry Prasetyod; dan mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim.

Selain itu, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera, yaitu Heru Hidayat dan pensiunan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Syahmirwan.

Sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin memprediksi, kerugian negara akibat dugaan korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) lebih dari Rp 13,7 triliun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X