Ketua KPK Firli Bahuri Yakin Harun Masiku Akan Kembali ke Indonesia

Kompas.com - 18/01/2020, 06:42 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri saat menyambangi kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020). KOMPAS.com/FIRDA ZAIMMATUL MUFARIKHAKetua KPK Firli Bahuri saat menyambangi kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri yakin eks calon anggota legislatif PDI Perjuangan Harun Masiku akan segera kembali ke Indonesia setelah dilaporkan terbang ke Singapura pada Senin (6/1/2020) lalu.

Firli mengatakan, berdasarkan pengalamannya saat menjadi Deputi Penindakan KPK, setiap tersangka kasus korupsi yang kabur ke luar negeri akhirnya akan kembali ke Indonesia.

"Karena pelaku koruptor itu beda denga pelaku pembunuhan yang siap tidur di hutan dan juga pelaku teror. Tapi kalau pelaku korupsi dia akan, berapa pun kerugiannya, akan kembali ke Indonesia," kata Firli di Gedung Merah Putih KPK seperti dilansir dari Antara, Jumat (17/1/2020).

Baca juga: Yasonna Pastikan Tak Akan Intervensi Kasus Kader PDI-P Harun Masiku di KPK

Kendati yakin Harun akan pulang ke Indonesia, Firli menegaskan bahwa penyidik KPK tetap mencari Harun dan berupaya menangkap Harun.

Ia juga mengklaim telah menandatangani surat permintaan bantuan kepada aparat penegak hukum untuk menangkap Harun.

"Tinggal kita meminta bantuan aparat penegak hukum khususnya kepolisian Republik Indonesia karena mereka punya jejaring kita juga meminta bantuan dengan untuk mencari keberadaan tersangka," kata Firli.

Eks caleg PDI-P Harun Masiku ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR periode 2019-2024 yang menyeret Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Baca juga: Yasonna Dikritik karena Ikut Bentuk Tim Hukum PDI-P Kasus Harun Masiku

Harun Masiku diduga menjadi pihak yang memberikan uang kepada Wahyu Setiawan agar membantunya menjadi anggota legislatif melalui mekanisme pergantian antarwaktu.

KPK sendiri hingga kini belum mengetahui keberadaan Harun yang disebut-sebut terbang ke Singapura pada Senin (6/1/2020) lalu atau dua hari sebelum operasi tangkap tangan terhadap Wahyu dan tersangka lainnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X