Khofifah Minta Firli Berikan Materi Antikorupsi ke Calon Kepala Daerah

Kompas.com - 17/01/2020, 12:02 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat mengunjungi korban banjir di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Rabu (8/1/2020) petang. KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat mengunjungi korban banjir di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Rabu (8/1/2020) petang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan berkoordinasi dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Firli Bahuri dalam rangka persiapan Pilkada 2020.

Khofifah meminta KPK memberikan materi-materi antikorupsi kepada calon kepala daerah yang akan berlaga pada Pilkada 2020.

"Kami melakukan koordinasi cukup intensif terutama dengan Polda Jatim, Kodam. Kita lakukan komunikasi, bahkan kami juga mengkomunikasikan dengan Pak Ketua KPK," ujar Khofifah di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).

Baca juga: Bertemu Mendagri, Khofifah Bahas Pembangunan Sejumlah Daerah di Jatim

"Jika nanti mereka (calon kepala daerah) sudah fix mendaftar di KPUD dan sudah diumumkan sebagai calon walikota atau bupati, maka kita akan meminta ke Pak Ketua KPK berkenan hadir untuk memberikan briefing penguatan (materi antikorupsi)," lanjut dia.

Di Jawa Timur sendiri, ada 19 daerah yang akan menggelar pilkada pada 2020. Antara lain Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember.

Sehingga nantinya, ada 19 pasangan calon kepala daerah yang akan mendapatkan penguatan materi dari Ketua KPK.

Baca juga: Tutup Celah Korupsi, Khofifah Bentuk Biro Khusus Pengadaan Barang dan Jasa

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan perkembangan persiapan pilkada di Jatim. Antara lain, persiapan keamanan dan pemetaan daerah rawan.

"Beberapa titik di tingkat kabupaten, ada yang kemungkinan kecamatan tertentu, desa tertentu, peta-peta itu ada secara detail di Polda Jatim," ujar Khofifah.

"Kalau persiapan, sebetulnya Pemprov lebih kepada membangun suasana yang kondusif. Kemudian KPUD persiapan secara teknis, kemudian Bawaslu. komunikasi di antara Forkopimda, Bawaslu, KPUD sangat kondusif," tambah dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X