Bertemu Dubes China, Mahfud MD Sebut Tak Ada Perselisihan Wilayah

Kompas.com - 16/01/2020, 21:19 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD saat ditemui di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOMenteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD saat ditemui di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohamad Mahfud MD mengatakan bahwa China mengakui tidak ada perselisihan terkait batas wilayah di perairan Natuna.

Hal tersebut disampaikan Duta Besar China Xiao Qian untuk Indonesia saat bertemu dengan Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020).

"Dia (China) sudah bilang tidak ada konflik dengan kita. China dan Indonesia tidak ada dispute (perselisihan) wilayah. Dia (Dubes) yang bilang," kata Mahfud.

"Jadi dia mengatakan, Pemerintah China sama dengan Indonesia, tidak ada dispute wilayah antara Indonesia dengan China," ujar dia.

Baca juga: Ini Penyebab Prabowo Berhati-hati untuk Urusan Klaim China di Natuna

Dalam pertemuan itu, Mahfud juga mengatakan bahwa sikap Pemerintah Indonesia terkait Natuna jelas, yakni tetap menjaga kedaulatan dan hak berdaulat.

Hak berdaulat yang dimaksud adalah untuk wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) dan kedaulatan untuk wilayah teritorial.

Menurut Mahfud MD, pihak China mengungkapkan, masuknya nelayan China ke wilayah negara tetangga selalu terjadi di akhir tahun.

Mereka juga kerap mendapatkan tekanan dari rakyatnya sendiri untuk tetap bisa berlayar di wilayah laut luas.

"Ya saya katakan, kita tetap itu hak berdaulat kita, bukan kedaulatan kita tapi hak berdaulat kita," kata dia.

Tak hanya itu, Mahfud juga memastikan kepada China bahwa di Natuna tetap ada patroli intensif yang dilakukan Pemerintah Indonesia.

Sementara itu, Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian mengatakan, pihaknya tahun 2020 ini melakukan hubungan yang lebih progresif dengan Indonesia.

"China dan Indonesia, kami teman yang sangat baik. Kami melakukan berbagai progres, kami membuat investasi, perdagangan, orang ke orang, budaya dan lainnya," kata dia.

Namun terkait Natuna, dirinya mengaku tak tahu persis dengan situasi yang terjadi saat ini.

"Saya tahu isu ini dan kami bisa me-manage dengan baik, meng-handle dengan baik. Kami juga bisa mendiskusikan, membicarakan, dan mencarikan solusinya," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: Vaksin Covid-19 Harus Lewati Uji Klinis yang Benar

Jokowi: Vaksin Covid-19 Harus Lewati Uji Klinis yang Benar

Nasional
Pandemi Covid-19, Pemerintah Klaim Lakukan Lompatan Besar di Sektor Kesehatan

Pandemi Covid-19, Pemerintah Klaim Lakukan Lompatan Besar di Sektor Kesehatan

Nasional
Sebut Ada 7.400 Orang Peneliti di Indonesia, Menristek: Kecil Sekali

Sebut Ada 7.400 Orang Peneliti di Indonesia, Menristek: Kecil Sekali

Nasional
KLHK Sebut Proyek di Pulau Rinca Tak Membahayakan Populasi Komodo

KLHK Sebut Proyek di Pulau Rinca Tak Membahayakan Populasi Komodo

Nasional
KLHK Berdalih Proyek Pariwisata di Pulau Rinca Tak Pengaruhi Populasi Komodo

KLHK Berdalih Proyek Pariwisata di Pulau Rinca Tak Pengaruhi Populasi Komodo

Nasional
Selain Ulin Yusron, Ini 10 Relawan dan Politisi Pendukung Jokowi-Maruf di Kursi Komisaris BUMN

Selain Ulin Yusron, Ini 10 Relawan dan Politisi Pendukung Jokowi-Maruf di Kursi Komisaris BUMN

Nasional
Puan: DPR Dukung Diplomasi Menhan Prabowo Guna Kemajuan Alutsista

Puan: DPR Dukung Diplomasi Menhan Prabowo Guna Kemajuan Alutsista

Nasional
Yasonna Sebut Penegakan Hukum Seimbang dengan Perlindungan HAM Penting Saat Pandemi

Yasonna Sebut Penegakan Hukum Seimbang dengan Perlindungan HAM Penting Saat Pandemi

Nasional
Masyarakat Diingatkan Terapkan Protokol Kesehatan Saat Perjalanan Liburan

Masyarakat Diingatkan Terapkan Protokol Kesehatan Saat Perjalanan Liburan

Nasional
Ketua DPR Sebut UU Cipta Kerja Memungkinkan Pelibatan Swasta Kembangkan Alutsista

Ketua DPR Sebut UU Cipta Kerja Memungkinkan Pelibatan Swasta Kembangkan Alutsista

Nasional
Menko PMK: Pandemi Covid-19 Memaksa Digitalisasi Sekolah Dipercepat

Menko PMK: Pandemi Covid-19 Memaksa Digitalisasi Sekolah Dipercepat

Nasional
Jadi Perhatian Publik, Sidang Red Notice Djoko Tjandra Dipimpin Langsung Ketua PN Jakpus

Jadi Perhatian Publik, Sidang Red Notice Djoko Tjandra Dipimpin Langsung Ketua PN Jakpus

Nasional
MK Tolak Permohonan Pengujian Perppu Pilkada

MK Tolak Permohonan Pengujian Perppu Pilkada

Nasional
80 Persen Dana Riset Tergantung Pemerintah, Menristek: Kalau APBN Cekak, Risetnya Terbatas

80 Persen Dana Riset Tergantung Pemerintah, Menristek: Kalau APBN Cekak, Risetnya Terbatas

Nasional
Foto Maternity Miliknya Diserang, Sara Djojohadikusumo: Tak Bisa Ditolerir

Foto Maternity Miliknya Diserang, Sara Djojohadikusumo: Tak Bisa Ditolerir

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X