Komnas HAM: Pernyataan Jaksa Agung Menunjukkan Adanya Impunitas

Kompas.com - 16/01/2020, 21:12 WIB
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (21/12/2018). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINKomisioner Komnas HAM Choirul Anam di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) Choirul Anam menilai saat ini pemerintah tengah menjalankan praktik impunitas atau enggan untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat pada masa lalu.

Hal itu ia katakan dalam menanggapi pernyataan Jaksa Agung ST Burhanuddin yang menyebut kasus peristiwa Semanggi I dan II bukan pelanggaran HAM berat.

“Ini bukti adanya ketidakpahaman Jaksa Agung, makanya kami minta informasinya dibetulkan. Ini juga sekaligus menunjukkan adanya kesadaran bahwa memang impunitas sedang berjalan,” ujar Anam melalui pesan singkat, Kamis (16/1/2019).


Baca juga: Komnas HAM Minta Jaksa Agung Periksa Kembali Berkas Penyelidikan Kasus Semanggi I dan II

Anam pun meminta Jaksa Agung memberikan klarifikasi atas pernyataan itu.

Menurut Anam, Komnas HAM telah mengirim berkas kasus tragedi Semanggi I dan II ke Kejaksaan Agung dan telah mendapat respons bahwa kasus tersebut merupakan pelanggaran HAM berat.

Kasus ini masuk dalam berkas laporan penyelidikan pro-justitia Komnas HAM untuk peristiwa Trisaksi, Semanggi I dan Semanggi II.

“Jika benar yang dikatakan oleh Kejaksaan Agung terkait kasus Semanggi bukan pelanggaran HAM yang berat, ada baiknya Kejaksaan Agung memeriksa kembali informasi yang diperoleh dan melakukan klarifikasi,” ucap Anam.

Selain itu, Choirul mengatakan, pernyataan Jaksa Agung bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Jokowi yang akan menuntaskan kasus pelanggaran berat HAM.

“Sikap yang berulang selalu dinyatakan oleh Jaksa Agung, ini sebenarnya sama sekali bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Jokowi yang akan menuntaskan kasus pelanggaran HAM yang berat” kata Choirul.

“Perbedaan ini, harus dijelaskan oleh Presiden agar tidak menimbulkan kegaduhan dan salah tafsir,” tambahnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X