Jadi Waketum, Bambang Soesatyo Sebut Tak Ada Lagi Kubu di Partai Golkar

Kompas.com - 16/01/2020, 12:41 WIB
Wakil Koordinator Bidang (Wakorbid) Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (tengah) menyampaikan keterangan usai menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon ketua umum (caketum) Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (2/12/2019). Partai Golkar akan melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) pada 3 Desember 2019 dengan salah satu agendanya pemilihan ketua umum periode 2019-2024. PUSPA PERWITASARIWakil Koordinator Bidang (Wakorbid) Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (tengah) menyampaikan keterangan usai menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon ketua umum (caketum) Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (2/12/2019). Partai Golkar akan melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) pada 3 Desember 2019 dengan salah satu agendanya pemilihan ketua umum periode 2019-2024.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan, sudah menerima informasi terkait struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar periode 2019-2024.

Bambang mengatakan, beberapa nama pendukungnya di Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar masuk dalam struktur DPP Partai Golkar.

Hal ini, kata Bambang, menunjukkan tidak ada kubu Airlangga Hartarto dan Kubu Bambang Soesatyo di tubuh partai berlambang pohon beringin itu.

"Menurut saya, semangat kita harus sama. Bahwa kita harus menjaga situasi yang kondusif di Partai Golkar sehingga tidak ada lagi kubu-kubuan dan semua harus dirangkul," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Baca juga: Ini Susunan Lengkap Kepengurusan DPP Partai Golkar 2019-2024

Bambang mengatakan, berdasarkan informasi dari Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F Paulus, struktur DPP masih perlu diperbaiki dan difinalisasi oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

"Finalnya nanti sekembalinya ketua umum dari umrah, kemudian akan disampaikan nanti ke Kementerian Hukum dan HAM," ujarnya.

Kemudian, terkait mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan 12 Jusuf Kalla yang tidak masuk struktur DPP Partai Golkar, Bambang mengatakan, Kalla ingin fokus pada kegiatan di luar partai.

"Tapi menurut saya, kebiasaan di Partai Golkar masuk atau enggak masuk tetap kecintaan senior ke Golkar tidak pernah lepas," kata dia.

Baca juga: Tak Ada Nama Kalla di Kepengurusan Golkar, Ini Kata Airlangga Hartarto

Sebelumnya diberitakan, Partai Golkar merilis susunan kepengurusan partai yang baru untuk periode 2019-2024.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto didampingi 11 wakil ketua umum. Mereka di antaranya Bambang Soesatyo, Agus Gumiwang Kartasasmita, hingga Rizal Mallarangeng.

Kemudian, Airlangga tak lupa menempatkan posisi-posisi strategis untuk para politisi senior Partai Golkar.

Baca juga: Ini Jabatan Politisi Senior di Golkar, Luhut Pandjaitan hingga Aburizal

Aburizal Bakrie mengemban posisi ketua Dewan Pembina dan Zaenudin Amali sebagai wakil ketua Dewan Pembina.

Ketua Dewan Kehormatan dihuni Akbar Tandjung dan ketua Dewan Penasihat diisi Luhut Binsar Pandjaitan.

Lalu, ketua Dewan Pakar diisi Agung Laksono dan ketua Dewan Etik adalah Mohamad Hatta.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X