Tak Masuk Struktur DPP, Jusuf Kalla Disebut Ingin Fokus ke PMI

Kompas.com - 15/01/2020, 21:04 WIB
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla saat mengunjungi kantor redaksi Kompas di Menara Kompas, Jakarta, Senin (21/10/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla saat mengunjungi kantor redaksi Kompas di Menara Kompas, Jakarta, Senin (21/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Golkar mengumumkan struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) periode 2019-2020.

Namun, nama mantan Wakil Presiden yang juga mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla  tidak tercantum dalam susunan DPP.

Anggota Formatur Partai Golkar Melki Laka Lena mengatakan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sudah berkomunikasi dengan Kalla.

Menurut dia, Kalla ingin fokus dengan kegiatan di luar partai politik yaitu di Palang Merah Indonesia (PMI).

Baca juga: Ini Jabatan Politisi Senior di Golkar, Luhut Pandjaitan hingga Aburizal

"(JK) bukan menolak, tetapi lebih tepatnya ada agenda Pak JK yang membuatnya tidak harus dulu berpartai, mungkin PMI dan sebagainya," kata Melki saat dihubungi wartawan, Rabu (15/1/2020).

Kendati demikian, Melki mengatakan, Kalla masih menjadi keluarga besar Partai Golkar dan diberi kesempatan untuk menyampaikan masukan di setiap acara DPP.

"Di acara-acara Golkar beliau tetap memberikan pendapat dan pikiran-pikirannya," ujarnya.

Lebih lanjut, Melki tak menampik susunan struktur DPP Partai Golkar sedikit gemuk. Ia mengatakan, Golkar memiliki banyak potensi sehingga jumlah pengurus partai menjadi lebih banyak.

"Ya namanya Golkar, banyak potensinya, banyak kekuatannya. Ini saja kita sudah yang masuk ini saja sepersekian dari total usulan yang masuk dari berbagai kelompok," pungkasnya.

Sebelumnya, Partai Golkar telah menetapkan struktur kepengurusan periode 2019-2024 berdasarkan hasil rapat pada Selasa (14/1/2020).

Baca juga: Tak Ada Nama Kalla di Kepengurusan Golkar, Ini Kata Airlangga Hartarto

Dari penetapan struktur tersebut, terdapat enam nama politisi senior partai berlambang pohon beringin tersebut.

Keenam politisi senior tersebut yakni Aburizal Bakrie mengemban posisi ketua Dewan Pembina dan Zaenudin Amali sebagai wakil ketua Dewan Pembina.

Kemudian, posisi ketua Dewan Kehormatan dihuni Akbar Tandjung dan ketua Dewan Penasihat diisi Luhut Binsar Pandjaitan.

Lalu, ketua Dewan Pakar diisi Agung Laksono dan ketua Dewan Etik adalah Mohamad Hatta.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X