Usulan PDI-P Naikkan "Parliamentary Threshold" Dinilai Bahayakan PPP

Kompas.com - 15/01/2020, 16:51 WIB
Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (9/7/2019) sore . Pantauan Kompas.com, para pengurus PPP tiba di Istana Bogor pukul 15.30 WIB. KOMPAS.com/IhsanuddinPengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (9/7/2019) sore . Pantauan Kompas.com, para pengurus PPP tiba di Istana Bogor pukul 15.30 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun berpendapat, usulan kenaikan ambang batas parlemen dari 4 persen menjadi 5 persen akan menyulitkan sejumlah partai koalisi pendukung pemerintah, salah satunya Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Seperti diketahui pada Pileg 2019 lalu, PPP memperoleh suara sebesar 4,52 persen.

"Ini (ambang batas parlemen) berarti kan PDI-P ingin mengeliminasi PPP, sesama rekan koalisi," ujar Rico saat dihubungi Kompas.com, Selasa (15/1/2020).

Baca juga: Sikap Partai Politik Tanggapi Wacana Ambang Batas Parlemen 5 Persen...

Dia mengatakan, keinginan PDI-P menaikan ambang batas parlemen juga akan membuat Hanura kembali lolos Senayan, berat.

Mengingat, pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Hanura tidak memenuhi ambang batas parlemen karena hanya mampu meraih 2.161.507 suara (1,54 persen).

Selain Hanura, juga terdapat tiga partai koalisi lainnya tak mampu melewati ambang batas parlemen.

Antara lain, PSI 2.650.361 suara (1,85 persen), Perindo 3.738.320 suara (2,07 persen), dan PKPI 312.775 suara (0,22 persen).

Di sisi lain, pihaknya juga menyambut baik wacana tersebut.

"5 persen bagus-bagus saja karena inilah cara penyederhanaan parpol yang paling natural, hanya naik 1 persen dari Pemilu 2019 lalu," kata dia.

Baca juga: Pro Kontra Parpol soal Wacana Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

Sebelumnya, hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan Hari Ulang Tahun PDI Perjuangan yang ke-47 melahirkan sembilan rekomendasi partai.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X