Dirut AP II Mengaku Baru Tahu soal Pengadaan Semi BHS dengan PT INTI setelah OTT KPK

Kompas.com - 13/01/2020, 12:42 WIB
Sidang pemeriksaan saksi untuk mantan Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara. Darman merupakan terdakwa kasus dugaan suap terkait pengadaan semi BHS di sejumlah bandara yang ada di bawah naungan PT AP II. KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANSidang pemeriksaan saksi untuk mantan Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara. Darman merupakan terdakwa kasus dugaan suap terkait pengadaan semi BHS di sejumlah bandara yang ada di bawah naungan PT AP II.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengaku sempat tak tahu-menahu soal rencana kerja sama pengadaan semi baggage handling system (BHS) antara PT Angkasa Pura Propertindo (APP) dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI).

Hal itu disampaikan Awaluddin saat bersaksi untuk mantan Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara.

Darman merupakan terdakwa kasus dugaan suap terkait pengadaan semi BHS di sejumlah bandara yang ada di bawah naungan PT AP II.

"Saya tidak tahu sampai kemudian ada peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Saya baru tahu secara detail segala proses rencana proyek itu setelah OTT," kata dia di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Baca juga: Terima Uang dari Eks Dirut PT Inti, Mantan Dirkeu AP II Bantah Terkait Pengadaan Semi BHS

Ia juga tak mengetahui soal adanya pengadaan Visual Docking Guidance System (VDGS) dan Bird Strike Detterence yang rencananya akan dikerjakan PT APP.

"Tidak tahu juga, sampai kemudian setelah peristiwa OTT itu informasi tentang segala proyek-proyek itu dibahas secara internal di dalam internal direksi," katanya.

Ia juga menepis bahwa nota kesepahaman antara PT AP II dan PT INTI yang pernah ia teken bersama Darman adalah untuk pengadaan, melainkan untuk pengembangan usaha.

"Tidak benar. Seperti yang disampaikan, sifat MoU itu adalah pijakannya Peraturan Kementerian BUMN untuk pengembangan usaha. Bukan untuk pengadaan terhadap proyek tertentu. Pengembangan usaha itu adalah mencari profit," kata dia.

Baca juga: Eks Dirut PT INTI Ungkap Alasan Ingin Dapat Pengadaan Semi BHS 6 Bandara di AP II

"Kami mengembangkan kekuatan kompetensi bidang masing-masing. Sehingga kami operator bandara, PT INTI adalah industri yang bisa bersinergi untuk memberikan penguatan di dalam rencana pembuatan kegiatan pengembangan usaha," sambungnya.

Ia menyatakan, bandara pada dasarnya merupakan wilayah yang punya potensi usaha besar. Sehingga mitra-mitra PT AP II bisa diajak mengembangkan potensi usaha di bandara tersebut.

"Jadi bukan untuk pengadaan," katanya.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X