Megawati Minta Kadernya Tak Jadi Politisi yang Sibuk Obok-obok Emosi Warga

Kompas.com - 10/01/2020, 20:28 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politiknya dalam peresmian pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Jakarta, Jumat (10/1/2020). Rakernas I partai berlambang kepala banteng dengan moncong putih pada tahun 2020 tersebut bertemakan Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
  *** Local Caption *** 
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAKetua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politiknya dalam peresmian pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Jakarta, Jumat (10/1/2020). Rakernas I partai berlambang kepala banteng dengan moncong putih pada tahun 2020 tersebut bertemakan Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. *** Local Caption ***

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta kader partainya tak berpolitik menggunakan cara-cara pragmatis dengan menjadi politisi populis.

Hal ini disampaikan Megawati di hadapan kader partainya yang hadir dalam Rakernas sekaligus HUT PDI-P ke-47 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

"Jangan berpolitik dengan cara pragmatis dengan menjadi politisi populis, yang sibuk obok-obok emosi warga, tapi tak ada keputusan politik nyata bagi rakyat itu sendiri," kata Megawati.

Baca juga: Megawati: Jika Tidak Siap, Silakan Pergi Keluar dari PDI-P!

Tak hanya itu, Megawati juga meminta kadernya untuk berhenti melakukan wacana politik.

Sebaliknya, ia mendorong seluruh jajaran PDI-P merumuskan politik legislasi dan politik anggaran yang memang menjadi prioritas.

"Rumuskan prioritas industri nasional untuk mewujudkan Indonesia berdikari. Semua harus dipastikan untuk pemenuhan kesejahterana rakyat," ujar dia.

Baca juga: Megawati: Saya Tak Akan Lindungi Kader yang Ingkari Instruksi Partai

Megawati lantas menyinggung tiga pilar PDI-P, di antaranya mengusahakan pembangunan infrastruktur dan memenuhi cita-cita rakyat Indonesia seperti yang digambarkan oleh Soekarno.

Ia mempertanyakan kesiapan para kader untuk mewujudkan kesejahteraan, yang ditandai dengan kecukupan rakyat akan kebutuhan sandang dan pangan.

"Siapa yang bisa mengerjakan?," teriak Megawati.

"PDI-P!," tegasnya diikuti tepuk tangan para kader.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X