Kompas.com - 10/01/2020, 20:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU), baik di pusat maupun daerah diingatkan agar menahan diri dan tidak coba-coba masuk ke pusaran korupsi.

Ini disampaikan Direktur Eksekutif Voxpol Pangi Syarwi Chaniago dalam menanggapi kasus yang menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Menurut dia, jika kasus semacam ini terulang, kepercayaan terhadap KPU akan hilang. Sebab, kasus Wahyu telah menggembosi citra KPU. 

"Kasus korupsi yang menyandera komisionernya mengembosi citra KPU. Saya mengingatkan komisioner mulai dari KPU kabupaten/kota, provinsi dan pusat untuk menahan diri dan jangan coba-coba masuk ke pusaran korupsi atau jual beli suara dan jenis tindakan suap-menyuap lainnya," kata Pangi kepada Kompas.com, Jumat (10/1/2020).

Baca juga: Ketua KPU: Wahyu Setiawan Resmi Mengundurkan Diri

Pangi mengatakan, kepercayaan dari masyarakat sangat mahal, terutama bagi KPU selaku peyelenggara pemilu. 

"Penyelenggara pemilu yang bersih mutlak agar lahir pemimpin baik kepala daerah maupun presiden yang berintegritas tinggi. Proses yang baik akan menghasilkan out put yang baik pula," kata dia.

Oleh karena itu, KPU harus memperbaiki citra dan kinerjanya, terlebih setelah kasus suap menjerat Wahyu Setiawan. 

Ia juga mengingatkan bahwa memulihkan kepercayaan publik bukan perkara sepele. 

 

KPK sebelumnya menetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR terpilih periode 2019-2024.

Baca juga: Pengamat: Kasus Komisioner KPU dan Harun Masiku Coreng Citra PDI-P

Wahyu dijadikan tersangka karena diduga menerima suap setelah berjanji untuk menetapkan caleg PDI-P Harun Masiku sebagai anggota DPR terpilih melalui mekanisme PAW.

KPK menyebut Wahyu telah menerima uang senilai Rp 600 juta dari Harun dan sumber dana lainnya yang belum diketahui identitasnya.

Sementara itu, Wahyu disebut meminta uang operasional sebesar Rp 900 juta untuk memuluskan niat Harun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.