BNPB: Curah Hujan di Jakarta pada 2020 Tertinggi Dibanding 1,5 Abad Lalu

Kompas.com - 10/01/2020, 19:17 WIB
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Agus Wibowo ketika di Gudang BNPB, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (4/1/2020). KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYAKepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Agus Wibowo ketika di Gudang BNPB, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (4/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, salah satu faktor penyebab banjir yakni curah hujan yang tinggi.

Ia mengatakan, berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan di Jakarta pada awal tahun 2020 menjadi curah hujan tertinggi dibanding 1,5 abad yang lalu.

" Curah hujan memicu terjadinya banjir di Jakarta dan sekitarnya. Bahkan curah hujan kali ini merupakan tertinggi dibanding lebih dari 1,5 abad lalu," kata Agus dalam keterangan tertulis, Jumat (10/1/2020).

Baca juga: Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, Ini 3 Cara Bekasi Antisipasi Banjir

Agus memaparkan, pada tahun 1866 curah hujan di Jakarta mencapai 185,1 milimeter per hari, tahun 1918 tercatat curah hujan mencapai 125,2 milimeter per hari, pada tahun 1979 curah hujan mencapai 198 milimeter per hari, hingga yang paling besar tahun 2020 curah hujan mencapai 377 milimeter per hari.

"Kemudian, tahun 1996 curah hujan mencapai 216 mm/hari, tahun 2002 curah hujan 168 mm/hari, tahun 2007 curah hujan 340 mm/hari, 2008 curah hujan 250 mm/hari, tahun 2013 curah hujan >100 mm/hari, tahun 2015 curah hujan 277 mm/hari, tahun 2016 curah hujan 100-150 mm/hari, dan tahun 2020 cuurah hujan mencapai 377 mm/hari," kata dia.

Agus juga menyinggung Pintu Air Manggarai. Menurut dia, Pintu Air Manggarai menjadi saksi bisu bencana banjir besar di Jakarta sejak tahun 1600. 

Selain itu, Pintu Air Manggarai adalah pemegang kendali luapan air di ibu kota terdiri dari dua bangunan pintu air, yaitu Pintu Air Ciliwung Lama dan Pintu Air Banjir Kanal Barat (BKB).

"Pintu ini dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda, dalam hal ini Departement Waterstaat dari tahun 1920 sampai tahun 1922. Pintu air dibangun dua tahun setelah banjir besar yang melanda Batavia tahun 1918," ucap dia. 

Agus mengatakan, peranan Pintu Air Manggarai vital sejak pemerintah Hindia Belanda sampai sekarang.

 

Namun, menurut dia, peran masyarakat dalam mencegah banjir tetap diperlukan. Masyarakat juga harus tetap waspada akan kemungkinan datangnya banjir. 

Baca juga: Monsun Asia, Lampung Waspada Gelombang Laut 4 Meter dan Curah Hujan Tinggi

Masyarakat harus mengantisipasi bencana dengan melakukan persiapan seperti menyiapkan tas siaga bencana, mengamankan dokumen penting dan barang berharga, membentuk komunitas tangguh bencana, dan lapor kepada lurah jika ada kerusakan atau tanggul bocor.

"Sedangkan pemerintah, rakor antisipasi bencana dan rencana operasi, jika perlu tentukan status keadaan darurat, bentuk Satgas Antisipasi Bencana, siapkan posko, pos pengungsian, logistik dan peralatan," tutur dia. 

"Lakukan apel siaga, latihan dan simulasi, membentuk call center dan kordinasi dengan instansi terkait, melakukan pemantauan bencana 24/7 serta penguatan peringatan dini dan sosialisasi antisipasi bencana ke masyarakat," ucap dia. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekjen PDI-P Sebut Pilkada Jadi Stimulus di Tengah Lesunya Ekonomi

Sekjen PDI-P Sebut Pilkada Jadi Stimulus di Tengah Lesunya Ekonomi

Nasional
Sekjen PDI-P: Jangan Sampai Kepemimpinan Daerah Kosong karena Pilkada Ditunda

Sekjen PDI-P: Jangan Sampai Kepemimpinan Daerah Kosong karena Pilkada Ditunda

Nasional
Istana Imbau Spanduk HUT RI Tak Memuat Gambar Jokowi

Istana Imbau Spanduk HUT RI Tak Memuat Gambar Jokowi

Nasional
Sekjen PAN: Bantuan untuk Karyawan Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Harus Tepat Sasaran

Sekjen PAN: Bantuan untuk Karyawan Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Harus Tepat Sasaran

Nasional
Survei SMRC: 54 Persen Warga Tak Setuju Anggapan Investasi Asing Berdampak Positif pada Ekonomi

Survei SMRC: 54 Persen Warga Tak Setuju Anggapan Investasi Asing Berdampak Positif pada Ekonomi

Nasional
Cerita Anggota Paskibraka 2020, Berlatih di Tengah Pandemi Covid-19

Cerita Anggota Paskibraka 2020, Berlatih di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Survei SMRC: 69 Persen Warga Merasa Ekonomi Rumah Tangga Lebih Buruk sejak Pandemi

Survei SMRC: 69 Persen Warga Merasa Ekonomi Rumah Tangga Lebih Buruk sejak Pandemi

Nasional
Survei SMRC: 79 Persen Warga Percaya Jokowi Bisa Bawa Indonesia Keluar dari Krisis

Survei SMRC: 79 Persen Warga Percaya Jokowi Bisa Bawa Indonesia Keluar dari Krisis

Nasional
Sekjen KPA: Kami Akan Turun ke Jalan, Pastikan DPR Tunduk pada Aspirasi Rakyat

Sekjen KPA: Kami Akan Turun ke Jalan, Pastikan DPR Tunduk pada Aspirasi Rakyat

Nasional
Sebaran 1.893 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi di DKI Jakarta

Sebaran 1.893 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi di DKI Jakarta

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Mencapai 86.224

UPDATE 9 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Mencapai 86.224

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Bertambah 1.646, Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 80.952

UPDATE 9 Agustus: Bertambah 1.646, Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 80.952

Nasional
Anggota Komisi IX Ini Sebut Bantuan Rp 600.000 per Bulan untuk Pegawai Swasta Bagus, Tapi...

Anggota Komisi IX Ini Sebut Bantuan Rp 600.000 per Bulan untuk Pegawai Swasta Bagus, Tapi...

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Bertambah 65, Total Pasien Meninggal akibat Covid Jadi 5.723

UPDATE 9 Agustus: Bertambah 65, Total Pasien Meninggal akibat Covid Jadi 5.723

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Total 1.715.798 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE 9 Agustus: Total 1.715.798 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X