Kabareskrim Polri: Ada 40 Titik Tambang Ilegal di Gunung Halimun Salak

Kompas.com - 10/01/2020, 14:25 WIB
Kabareskrim Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo (kiri) didampingi Kapolres Lebak AKBP Firman Andreanto (kanan kedua) meninjau lokasi banjir di Desa Sajira, Lebak, Banten, Minggu (5/1/2020). Kabareskrim Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo berjanji akan menyelidiki penyebab terjadinya banjir bandang dan longsor yang diduga akibat aktivitas penebangan dan penambangan ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/af/aww. ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNASKabareskrim Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo (kiri) didampingi Kapolres Lebak AKBP Firman Andreanto (kanan kedua) meninjau lokasi banjir di Desa Sajira, Lebak, Banten, Minggu (5/1/2020). Kabareskrim Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo berjanji akan menyelidiki penyebab terjadinya banjir bandang dan longsor yang diduga akibat aktivitas penebangan dan penambangan ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/af/aww.
Penulis Devina Halim
|

BOGOR, KOMPAS.com - Pihak kepolisian mengatakan, kurang lebih ada 40 titik tambang ilegal di Gunung Halimun Salak.

Aktivitas tambang ilegal di Gunung Halimun Salak diduga menjadi penyebab banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten.

"Informasi dari KLH (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), titiknya, ada kurang lebih ada 40 (titik)," kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo kepada Kompas.com di Pusat Latihan Multifungsi Mabes Polri, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/1/2020).

Polisi melalui Satuan Tugas Penindakan Tambang Ilegal (Satgas PETI) mengaku bakal menutup tambang ilegal tersebut.

Baca juga: Polisi Telusuri Aktivitas Tambang Ilegal di Gunung Salak

Namun, untuk saat ini, Listyo mengatakan, tim tersebut sedang menelusuri jejak-jejak aktivitas tambang ilegal.

"Saat ini kita sedang melakukan penelusuran terhadap jejak-jejak PETI karena kita mendapatkan informasi ada banyak titik," ucap dia. 

Ia pun mengakui bahwa tim membutuhkan waktu mengingat lokasi titik tambang ilegal tersebut agak jauh.

Setelah itu, mereka akan mencari pihak-pihak yang diduga terlibat.

Baca juga: Dituding Penyebab Banjir Bandang Lebak, Polisi Buru Pemilik Tambang Emas Ilegal di Gunung Halimun Salak

Listyo menuturkan, satgas tersebut dibagi ke dalam empat tim dan menggandeng beberapa pihak terkait.

"Satgas sudah mulai bergerak mulai kemarin. Kita bagi menjadi 4 tim, kemudian satgas dari Bareskrim bergabung dengan Polda Bogor (Jawa Barat) dan Banten, dan anggota Brimob," ucap dia. 

Sebelumnya diberitakan, banjir bandang terjadi lantaran aliran sungai Ciberang yang berhulu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) meluap.

Enam kecamatan di Lebak yang terdampak banjir yakni Kecamatan Cipanas, Sajira, Lebakgedong, Curugbitung, Maja dan Cimarga.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X