Kapolri: Bencana Banjir dan Longsor jadi Peringatan bagi Kita

Kompas.com - 10/01/2020, 12:56 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis memberi keterangan pers usai acara rilis akhir tahun di Auditorium PTIK, Sabtu (28/12/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKapolri Jenderal Polisi Idham Azis memberi keterangan pers usai acara rilis akhir tahun di Auditorium PTIK, Sabtu (28/12/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis mengatakan, bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa daerah pada awal tahun ini merupakan sebuah peringatan agar seluruh elemen masyarakat turut menjaga kelestarian lingkungan.

Hal itu dikatakan Idham saat menghadiri acara Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia.

"Di awal tahun 2020 terjadi banjir dan tanah longsor. Tidak main-main menelan korban sampai ratusan dan pengungsi mencapai 400.000-an. Saya kira ini peringatan juga bagi kita," tutur Idham di Pusat Latihan Multifungsi Mabes Polri, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/1/2020).

Idham mengatakan, Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia sekaligus Hari Lingkungan Hidup Nasional menjadi momentum untuk membangkitkan kesadaran masyarakat, termasuk anggota kepolisan, dalam menjaga lingkungan.

"Ini kebetulan momentumnya hari ini adalah Hari Gerakan Satu Juta Pohon Sedunia sekaligus Hari Lingkungan Hidup Nasional sehingga bersama rekan-rekan PJU saya berpikir kenapa kita tidak ambil momen ini untuk menggugah nurani kita semua sebagai anak bangsa agar mau dengan ikhlas menanam," ungkap Idham. 

Dalam acara itu Idham menyempatkan untuk menanam pohon secara simbolik bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BNPB Doni Monardo. 

Total tanaman yang akan ditanam nantinya sebanyak 2.020 batang.

Hadir pula sejumlah pejabat tinggi Polri, yaitu Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, As SDM Kapolri Irjen Eko Indra Heri, Kakorlantas Polri Irjen Istiono, serta Kapolda Jawa Barat Irjen Budi Rudy Sufahriadi.

Berdasarkan data BPBD, enam hari pasca-banjir dan longsor, tercatat sebanyak 67 korban melayang dan satu orang hilang.

Dalam bencana yang terjadi di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, sekitar 293 kelurahan dan 74 kecamatan ikut terdampak.

Sementara, jumlah pengungsi di wilayah Jabodetabek dan Banten menembus angka 35.502 jiwa.

Adapun sebaran data korban di masing-masing wilayah, di antaranya jumlah pengungsi di Jakarta sebanyak 3.685 jiwa dan meninggal dunia 16 orang.

Kemudian di Jawa Barat, terdapat 15.400 pengungsi dan 31 orang meninggal dunia.

Sedangkan, jumlah pengungsi di Banten mencapai 16.821 jiwa, 20 orang meninggal dunia dan satu hilang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X