Kompas.com - 10/01/2020, 08:56 WIB
Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Wilayah Lebak mencatat saat ini masih terdapat 10 blok tambang emas liar di Hulu Sungai Ciberang. Keberadaan tambang emas liar tersebut disebut menjadi penyebab banjir bandang yang terjadi pada Rabu (1/1/2020). Dok. TNGHSBalai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Wilayah Lebak mencatat saat ini masih terdapat 10 blok tambang emas liar di Hulu Sungai Ciberang. Keberadaan tambang emas liar tersebut disebut menjadi penyebab banjir bandang yang terjadi pada Rabu (1/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polri membentuk Satuan Tugas Penindakan Tambang Ilegal (Satgas PETI) untuk mendalami penyebab banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten.

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa terdapat empat tim yang diturunkan.

Menurutnya, tim tersebut terdiri dari Polda Banten dan Jawa Barat, bersama tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Listyo menuturkan, tim tersebut sedang melakukan pendalaman di lapangan.

"Saat ini sedang melakukan pengecekan ke beberapa titik yang ada wilayah hutan nasional Gunung Salak, untuk melakukan pendalaman lebih lanjut penyebab terjadinya banjir di Lebak," kata Listyo kepada Kompas.com, Kamis (9/1/2020).

Baca juga: Dituding Penyebab Banjir Bandang Lebak, Polisi Buru Pemilik Tambang Emas Ilegal di Gunung Halimun Salak

Ditemui terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono mengatakan bahwa pihaknya akan menyelidiki berbagai hal, termasuk dugaan kerusakan lingkungan di daerah tersebut.

"Semuanya pasti kita cek," kata Argo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis.

Sebelumnya diberitakan, banjir bandang terjadi lantaran aliran sungai Ciberang yang berhulu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) meluap.

Enam kecamatan di Lebak yang terdampak banjir yakni Kecamatan Cipanas, Sajira, Lebakgedong, Curugbitung, Maja dan Cimarga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X