Hari Ketujuh Modifikasi Cuaca, TNI-BPPT Semai 2,4 Ton Garam di Selat Sunda

Kompas.com - 09/01/2020, 17:38 WIB
Seorang prajurit TNI AU tengah mempersiapkan tabung berisikan garam yang akan disemai ke atmosfer. KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYASeorang prajurit TNI AU tengah mempersiapkan tabung berisikan garam yang akan disemai ke atmosfer.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( BPPT) bersama TNI Angkatan Udara (AU) kembali melanjutkan operasi penyemaian garam melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Pada hari ketujuh penyemaian, petugas menggelontorkan garam melalui dua penerbangan dari pesawat CN-295 Skadron Udara 2, Lanud Halim Perdanakusuma.

Penerbangan pertama berangkat sekitar pukul 08.00 WIB dengan membawa 2,4 ton garam dan disemai di sekitar Selat Sunda.

Setelah mengitari barat Jabodetabek, pesawat kembali ke Lanud sekitar pukul 12.00 WIB.

Kemudian CN-295 kembali diterbangkan sekitar pukul 14.39 WIB dengan bobot garam sama dengan penerbangan pertama.

Baca juga: Antisipasi Hujan Ekstrem 10-12 Januari 2020, Ini Modifikasi Cuaca yang Dilakukan BPPT

Penerbangan kedua ini masih fokus mencetak hujan di sekitar perairan Selat Sunda.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma TNI Fajar Adrianto menjelaskan, misi penyemaian garam kali ini adalah mencegat awan aktif yang melaju ke arah Jabodetabek.

Penghadangan awan aktif pun dilakukan di sekitar Selat Sunda.

"Berdasarkan informasi BMKG tadi pagi, bahwa angin cenderung dari barat, sehingga kita mencegat awan-awan dari Selat Sunda, barat Jabodetabek, maupun dari Banten," ujar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

CN-295 sendiri memiliki 8 console atau tabung sebagai penampung garam yang disemai ke awan aktif.

Baca juga: BPPT Berhasil Tekan Intensitas Hujan Ekstrem Melalui Modifikasi Cuaca

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X