Soal Hasil Pemeriksaan Ponsel Penyerang Novel, Polri: Nanti di Pengadilan

Kompas.com - 09/01/2020, 17:17 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (31/12/2019) malam. KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYAKepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (31/12/2019) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polri enggan menjelaskan lebih lanjut soal hasil pemeriksaan handphone atau telepon seluler (ponsel) milik kedua tersangka kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, hal itu akan diungkap di pengadilan.

"Belum, belum ada. Nanti di pengadilan saja ya," ungkap Argo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2020).

Selain itu, Argo menuturkan bahwa penyidik masih mendalami motif kedua pelaku.

"(Motifnya) masih belum, masih kita dalami," tuturnya.

Baca juga: Dilantik Jadi Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana Akan Kawal Kasus Novel Baswedan

Diberitakan sebelumnya, polisi memeriksa ponsel milik kedua tersangka kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (31/12/2019).

"Handphone dari kedua tersangka sudah dikirim ke labfor untuk kita melihat di sana," ungkap Argo.

Dua orang yang disinyalir pelaku penyerangan dengan air keras kepada Novel, RM dan RB, diketahui merupakan anggota kepolisian aktif.

Baca juga: Telepon Genggam Dua Tersangka Penyerang Novel Baswedan Diperiksa

Kedua tersangka itu ditangkap tim teknis bersama Kepala Korps Brimob Polri di kawasan Cimanggis, Depok, pada Kamis (26/12/2019) malam.

Penangkapan kedua pelaku berlangsung setelah kasus ini menjalani proses panjang selama sekitar 2,5 tahun.

Penyidik menyebutkan bahwa telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atau pra-rekonstruksi sebanyak tujuh kali.

Selain itu, Polri dalam penyelidikannya mengaku telah memeriksa sebanyak 73 saksi.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X