Jokowi Minta Dubes Jadi Duta Investasi

Kompas.com - 09/01/2020, 11:20 WIB
Presiden Jokowi saat membuka Rapat Kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/1/2020). KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Jokowi saat membuka Rapat Kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/1/2020).
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta para duta besar Indonesia sekaligus menjadi duta investasi dengan melakukan diplomasi ekonomi.

Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka Rapat Kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Kepada para dubes yang hadir di acara itu, Presiden mengingatkan untuk terus melakukan diplomasi ekonomi di negara mereka ditempatkan.

"Saya ingin kita semuanya fokus kepada diplomasi ekonomi. Saya ingin 70-80 persen apa yang kita miliki fokusnya di situ, diplomasi ekonomi, karena itulah yang sekarang ini sedang diperlukan oleh negara kita," kata Jokowi.

"Oleh sebab itu penting sekali, para duta besar ini sebagai duta investasi," tuturnya.

Baca juga: Tegas Soal Natuna, Indonesia Tak Perlu Khawatir Gangguan Investasi China

Jokowi menjelaskan bahwa situasi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian ekonomi.

Konflik yang terjadi di sejumlah negara juga semakin bertambah dari waktu ke waktu. Seluruh negara harus menanggung dampak ekonomi atas kondisi tersebut.

"Kita tahu pertumbuhan ekonomi sulit diharapkan untuk tumbuh naik. Terakhir saya bertemu dengan bank dunia, dengan IMF sama saja. Mereka mengatakan supaya hati-hati dalam mengelola ekonomi kita," kata Jokowi.

Baca juga: ILO: Korupsi Penghambat Utama Investasi di Indonesia

Namun, Jokowi menegaskan, di tengah situasi penuh tantangan tersebut, Indonesia harus tetap berdiri tegak dalam rangka terus memperjuangkan kepentingan nasional.

Menurut Jokowi, di sini lah peran para duta besar sebagai duta investasi.

"Tetapi juga harus tahu investasi di bidang apa yang kita harus perlukan, atau menjadi prioritas," kata dia.

Pertama, Jokowi meminta para dubes fokus pada bidang investasi yang berkaitan dengan barang-barang atau produk substitusi impor. Selain itu juga bidang energi seperti minyak dan batu bara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X