Sekjen PDI-P Bantah Kasus Jiwasraya Terkait Pilpres 2019

Kompas.com - 08/01/2020, 16:25 WIB
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDI-P, Jakarta, Rabu (8/1/2020). KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDI-P, Jakarta, Rabu (8/1/2020).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya mendukung penuh agar krisis PT Asuransi Jiwasraya diusut tuntas.

Ia membantah isu krisis tersebut berkaitan dengan gelaran Pilpres 2019 seperti yang disampaikan politikus Partai Demokrat, Didi Irawadi.

"Terkait dengan pilpres atau pileg, sejak awal PDI-P mempunyai komitmen untuk mengedepankan demokrasi dengan cara-cara yang berkeadaban dengan tidak menggunakan alat kekuasaan negara," kata Hasto di kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020).

Hasto menegaskan, PDI-P menentang tindak kejahatan keuangan, terlebih jika berkaitan dengan uang negara.

Baca juga: BPK Butuh Waktu 2 Bulan Hitung Kerugian Negara Terkait Kasus PT Jiwasraya

Hasto menyatakan pihak-pihak yang terlibat dalam krisis Jiwasraya itu harus mendapatkan hukuman.

Dia meminta hukum berlaku adil, meski ditemukan kemungkinan ada pihak yang berlindung di balik kekuasaan.

"Kami memberikan dukungan hukum harus ditegakkan, dan siapa pun yang kemungkinan menggunakan kekuasaan, berlindung di balik kekuasaan, hukum tidak boleh tumpul," ujarnya.

Sebab, menurut Hasto, kasus Jiwasraya ini berkaitan dengan kepercyaan publik. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini hingga tuntas.

"Ini Jiwasraya, asuransi, terkait dengan rakyat memberikan kepercayaan kepada Jiwasraya. Sehingga pelaku, termasuk mereka yang ke luar negeri, harus dilakukan segala upaya dengan koordinasi seluruh lembaga penegak hukum termasuk interpol untuk menangkap mereka. Kejahatan keuangan dengan menggunakan uang negara tidak bisa dibiarkan di Republik ini," kata Hasto.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didi Irawadi merespons pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebutkan bahwa masalah Jiwasraya sudah terjadi sejak 10 tahun lalu, yaitu sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Didi mengatakan, bukan saatnya untuk saling menyalahkan atas persoalan yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X