Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/01/2020, 16:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setara Institute mencatat, selama periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, angka pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) masih tinggi.

Hal itu terjadi seiring dengan semakin terbukanya ekspresi konservatisme dan narasi intoleransi.

Berdasar catatan Setara Institue, selama rentang waktu November 2014 hingga Oktober 2019, telah terjadi 846 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan, dengan 1.060 tindakan.

Baca juga: Imparsial Catat 31 Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Sepanjang 2019

"Artinya, terjadi rata-rata 14 peristiwa dengan sekitar 18 tindakan pelanggaran KKB setiap bulan sepanjang periode pemerintahan Presiden Jokowi," kata Direktur Riset Setara Institute, Halili, di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020).

Halili menjelaskan, angka tindakan pelanggaran KKB selalu lebih tinggi dibandingkan angka peristiwanya.

Sebab, dalam sebuah peristiwa pelanggaran, dimungkinkan terjadi lebih dari satu tindakan pelanggaran.

Catatan Setara Institue, Jawa Barat menjadi provinsi dengan peristiwa pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan tertinggi. Selama lima tahun, terjadi 154 peristiwa pelanggaran.

Menyusul kemudian Provinsi DKI Jakarta dengan 114 peristiwa pelanggaran. Lalu Jawa Timur dengan 92 peristiwa, Aceh 69 peristiwa, dan Jawa Tengah 59 peristiwa.

Kemudian, Yogyakarta 38 peristiwa, Banten 36 peristiwa, Sumatra Utara 28 peristiwa, Sulawesi Selatan 31 peristiwa, dan 19 peristiwa di Sumatra Barat.

Halili menerangkan, pelanggaran didominasi oleh aktor non negara, yaitu sebanyak 613 tindakan. Sedangkan angka pelanggaran oleh aktor negara tercatat sebanyak 447 tindakan.

"Aktor non negara paling tinggi adalah kelompok warga, yaitu sebanyak 171 tindakan. Lalu ormas keagamaan 86 tindakan," ujar Halili.

Baca juga: Jamin Kebebasan Beragama, Pemerintah Diminta Perbaiki Kualitas Kebijakan dan Penegakan Hukum

Sementara itu, aktor negara dengan pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan adalah pemerintah daerah dengan 157 tindakan. Menyusul kemudian kepolisian 98 tindakan, dan institusi pendidikan 35 tindakan.

"Sedangkan korban, dalam berbagai peristiwa pelanggaran KKB yang terjadi menempatkan individu, warga, dan umat Kristiani sebagai korban dalam ratusan peristiwa," ujar Halili.

"Individu yang menjadi korban sebanyak 193 peristiwa, warga 183 peristiwa, dan umat Kristiani 136 peristiwa," lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Cegah Bos Perusahaan 'Private Jet' Terkait Kasus TPPU Lukas Enembe

KPK Cegah Bos Perusahaan "Private Jet" Terkait Kasus TPPU Lukas Enembe

Nasional
Kasus BTS 4G Masuk Deretan Perkara Korupsi Rugikan Negara Triliunan

Kasus BTS 4G Masuk Deretan Perkara Korupsi Rugikan Negara Triliunan

Nasional
Plate Tersangka, Ngabalin Sebut Jokowi Sudah Ingatkan Menterinya Tak Terlibat Masalah Hukum

Plate Tersangka, Ngabalin Sebut Jokowi Sudah Ingatkan Menterinya Tak Terlibat Masalah Hukum

Nasional
Surya Paloh: Nasdem Bakal Beri Bantuan Hukum pada Johnny G Plate

Surya Paloh: Nasdem Bakal Beri Bantuan Hukum pada Johnny G Plate

Nasional
Surya Paloh Persilakan Kejagung Cari Aliran Dana Korupsi Johnny G Plate ke Nasdem

Surya Paloh Persilakan Kejagung Cari Aliran Dana Korupsi Johnny G Plate ke Nasdem

Nasional
Johny Plate Tersangka, Stafsus Mensesneg: Jabatan Menkominfo Diambilalih Plt, Diumumkan Segera

Johny Plate Tersangka, Stafsus Mensesneg: Jabatan Menkominfo Diambilalih Plt, Diumumkan Segera

Nasional
KPU Persilakan Johnny G Plate jika Ingin Mundur Jadi Bacaleg Nasdem

KPU Persilakan Johnny G Plate jika Ingin Mundur Jadi Bacaleg Nasdem

Nasional
Johnny Plate Jadi Tersangka, Ngabalin: Pak Jokowi Tak Akan Intervensi

Johnny Plate Jadi Tersangka, Ngabalin: Pak Jokowi Tak Akan Intervensi

Nasional
Plate Jadi Tersangka Korupsi, Kominfo Hormati Proses Hukum

Plate Jadi Tersangka Korupsi, Kominfo Hormati Proses Hukum

Nasional
Pusat Ambil Alih Perbaikan Jalan Rusak, Jokowi: Jangan Kabupaten/Kota Malah Tidur

Pusat Ambil Alih Perbaikan Jalan Rusak, Jokowi: Jangan Kabupaten/Kota Malah Tidur

Nasional
Bertemu Boediono, Cak Imin Ngaku Belajar Banyak

Bertemu Boediono, Cak Imin Ngaku Belajar Banyak

Nasional
Jadi Tersangka Korupsi, Johnny G Plate Dicopot dari Sekjen Nasdem

Jadi Tersangka Korupsi, Johnny G Plate Dicopot dari Sekjen Nasdem

Nasional
Nasdem Meyakini Penetapan Tersangka Johnny Plate Tak Terkait Politik

Nasdem Meyakini Penetapan Tersangka Johnny Plate Tak Terkait Politik

Nasional
Jokowi: Jangan sampai Jalan Produksi Rusak Parah, Itu Akan Menaikkan Inflasi

Jokowi: Jangan sampai Jalan Produksi Rusak Parah, Itu Akan Menaikkan Inflasi

Nasional
Wali Kota Pangkalpinang Bungkam Usai Diklarifikasi KPK soal Kekayaannya

Wali Kota Pangkalpinang Bungkam Usai Diklarifikasi KPK soal Kekayaannya

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com