BNPB: Kalau Banjir Hari Libur, Kekagetannya Luar Biasa...

Kompas.com - 04/01/2020, 15:48 WIB
Antrean warga terdampak banjir mengambil air bersih di rumah warga wilayah Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (3/1/2020). membeludaknya warga di posko pengungsian di SMPN 264 membuat sebagian warga bertahan di kolong tol. KOMPAS.com/M ZAENUDDINAntrean warga terdampak banjir mengambil air bersih di rumah warga wilayah Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (3/1/2020). membeludaknya warga di posko pengungsian di SMPN 264 membuat sebagian warga bertahan di kolong tol.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Bambang Surya Putra mengatakan, salah satu penyebab terjadinya banjir di wilayah Jabodetabek yakni hujan lebat sejak Selasa (31/12/2019) sore hingga Rabu (1/1/2020) pagi.

Akibatnya, sungai di Jabodetabek tak mampu menampung curah hujan sehingga terjadi banjir.

"Daya tampung sungai-sungai kita itu 60-100-an, artinya, dengan curah hujan sebesar itu (376 milimeter) dan berlangsung demikian cepat tentunya terjadi banjir masif," kata Bambang dalam diskusi di Sasana Krida Karang Taruna Bidara Cina, Jalan Baiduri Bulan, Jakarta Timur, Sabtu (4/1/2020).

Baca juga: Korban Banjir di Rawa Buaya Mulai Terserang Diare hingga Gatal-gatal

Bambang mengatakan, ketika banjir menggenangi sejumlah titik di Jabodetabek, proses evakuasi sedikit lamban karena keterbatasan tim.

"Dan sumber daya terbatas karena waktu itu libur (tahun baru)," ujar dia. 

Kendati demikian, Bambang mengatakan, BNPB terus membantu pemerintah daerah dalam penanganan banjir dan akan melakukan evaluasi kerja.

"Kalau banjir di hari libur memang terjadi kekagetan luar biasa. Pemda dan kami sendiri, dan sedang kita evaluasi," ucap dia. 

Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban banjir Jabodetabek mencapai 53 orang meninggal dunia dan 1 hilang.

Ini berdasarkan data terbaru per Sabtu (4/1/2020) pukul 06.00 WIB.

"Jumlah korban meninggal akibat banjir hingga pukul 06.00 adalah 53 orang dan 1 hilang," kata dia. 

Baca juga: 53 Korban Meninggal Akibat Banjir di Jabodetabek dan Lebak, Ini Penyebabnya

Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Bambang di Sasana Krida Karang Taruna Bidara Cina, Jalan Baiduri Bulan, Jakarta Timur, Sabtu (4/1/2020).

Bambang mengatakan, hingga saat ini tercatat ada 173.064 pengungsi yang tersebar di 277 titik pengungsian di Jabodetabek.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X