Kompas.com - 04/01/2020, 09:10 WIB
Presiden Joko Widodo tinjau Waduk Pluit, Jakarta, Jumat (3/1/2019) Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo tinjau Waduk Pluit, Jakarta, Jumat (3/1/2019)


JAKARTA, KOMPAS.com - Pascabanjir yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, Presiden Joko Widodo secara tiba-tiba mengecek kondisi Waduk Pluit di Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (3/1/2020) pagi.

Jokowi mendatangi waduk yang pengoperasiannya di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu seorang diri. Tidak ada satu pun menteri yang mendampinginya. Demikian pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai, ada pesan tersembunyi yang sebenarnya ingin disampaikan Presiden dalam kunjungannya tersebut.

"Pak Jokowi selalu dalam setiap aksinya banyak pesan yang tersembunyi, ada makna, boleh jadi sindiran karena pak Jokowi ini kan selalu bermain pada simbol dan pesan," kata Pangi kepada Kompas.com, Jumat malam.

Baca juga: Saat Jokowi Tinjau Waduk Pluit secara Mendadak Pasca-Banjir

Waduk Pluit merupakan salah satu proyek infrastruktur andalan Jokowi dalam mengatasi persoalan banjir Jakarta ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Sebelum 2013, kondisi Waduk Pluit sangat memprihatinkan, penuh sampah dan dangkal akibat sedimentasi.

Akhirnya, Jokowi memutuskan untuk merevitalisasi waduk yang dibangun pada 1973 itu.

Selain memindahkan warga yang tinggal di sekitarnya, Jokowi saat itu menyulap Waduk Pluit sebagai taman kota melalui PT Jakarta Propertindo yang kala itu masih dipimpin Budi Karya Sumadi.

Program revitalisasi berhasil, wajah Waduk Pluit pun berubah.

Namun, hal itu tidak bertahan lama.

Tahun lalu, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bahkan sempat menyinggung kondisi Waduk Pluit yang mengalami pendangkalan.

Pangi menilai, kedatangan Jokowi dapat menjadi sebuah bentuk sindiran kepada Anies. Sebab, di masanya Waduk Pluit pernah menjadi primadona dalam mengatasi banjir yang terjadi.

"Secara gestur politik bisa saja ingin menyampaikan pesan bahwa Anies enggak beres menyelesaikan dan mengurai banjir di Jakarta, kan kita tahu bahasa sampai presiden turun tangan itu kan simbol bahwa Anies enggak bisa bekerja maksimal," kata dia.

Baca juga: Sorotan Menteri Susi dan Kondisi Waduk Pluit Kini...

Hal lain, menurut Pangi, kedatangan Jokowi merupakan sebuah bentuk konsistensi atas pernyataannya sebelumnya.

Sebelum menjadi presiden, Jokowi pernah menyatakan bahwa penanganan banjir di DKI Jakarta akan lebih mudah tertangani bila ada koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.

"Beliau harus turun tangan untuk memenuhi janji politiknya sehingga ingin bersama mengatasi banjir Jakarta, pemerintah pusat, pemda provinsi, kabupaten/kota," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo Dipanggil, Ketua PBNU: Kami Cuma Minta Klarifikasi

PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo Dipanggil, Ketua PBNU: Kami Cuma Minta Klarifikasi

Nasional
Jokowi Bakal Tandatangani Kesepakatan Ruang Kendali Udara Natuna dengan PM Singapura

Jokowi Bakal Tandatangani Kesepakatan Ruang Kendali Udara Natuna dengan PM Singapura

Nasional
Edy Mulyadi Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataanya yang Menyinggung Warga Kalimantan

Edy Mulyadi Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataanya yang Menyinggung Warga Kalimantan

Nasional
Dewan Pakar PKS Dilantik, Ini Susunan Lengkapnya

Dewan Pakar PKS Dilantik, Ini Susunan Lengkapnya

Nasional
Antisipasi Omicron di Desa, Gus Halim Minta Relawan dan Elemen Desa Berkoordinasi

Antisipasi Omicron di Desa, Gus Halim Minta Relawan dan Elemen Desa Berkoordinasi

Nasional
Besok Jokowi Bertemu PM Singapura untuk Pimpin Pertemuan Bilateral hingga Teken Nota Kesepahaman

Besok Jokowi Bertemu PM Singapura untuk Pimpin Pertemuan Bilateral hingga Teken Nota Kesepahaman

Nasional
Daftar Lengkap 52 Kantor Imigrasi yang Layani Penerbitan Paspor Elektronik

Daftar Lengkap 52 Kantor Imigrasi yang Layani Penerbitan Paspor Elektronik

Nasional
UPDATE: 258.792 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate 1,67 Persen

UPDATE: 258.792 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate 1,67 Persen

Nasional
Jokowi Serahkan Bantuan untuk Mak Unah, Lansia yang Tinggal di Dekat Kandang Ayam

Jokowi Serahkan Bantuan untuk Mak Unah, Lansia yang Tinggal di Dekat Kandang Ayam

Nasional
Jangan Ada Lagi Nakes Meninggal Dunia, PDGI: Waspadai Covid Gelombang Ketiga

Jangan Ada Lagi Nakes Meninggal Dunia, PDGI: Waspadai Covid Gelombang Ketiga

Nasional
UPDATE 24 Januari: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua 59,85 Persen

UPDATE 24 Januari: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua 59,85 Persen

Nasional
Ditanya Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, Kakak Terbit Rencana Perangin Angin Bungkam

Ditanya Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, Kakak Terbit Rencana Perangin Angin Bungkam

Nasional
UPDATE 24 Januari: Tambah 944, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.124.211

UPDATE 24 Januari: Tambah 944, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.124.211

Nasional
UPDATE: 20.867 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 20.867 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 24 Januari: 2.927 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 27 Provinsi

UPDATE 24 Januari: 2.927 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 27 Provinsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.