Kompas.com - 03/01/2020, 14:58 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (26/12/2019) KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIMWakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (26/12/2019)
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengakui program pencegahan banjir pemerintah belum optimal. Namun ia memastikan pemerintah berkomitmen untuk menyempurnakannya.

Ma'ruf meyakini banjir di Jabodetabek bisa teratasi bila program pemerintah pusat seperti pembangunan Waduk di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, selesai dibangun.

"Sebenarnya kan Pemerintah sudah berusaha untuk mencegah terjadinya banjir baik di hulu maupun di hilir. Cuma memang belum semprna, belum maksimal, masih dalam proses-proses penanganan," kata Ma'ruf di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Baca juga: Eko Patrio: Korban Banjir Disentuh Hatinya Saja Sudah Senang

"Tiba-tiba ada cuaca ekstrem dan besar sehingga terjadilah musibah banjir. Jadi sebenarnya usaha sudah ada tapi memang belum maksimal sehingga perlu dimaksimalkan. Nanti kita bahas lagi supaya ke depannya tidak ada lagi banjir seperti ini," sambung Ma'ruf.

Selain itu, Ma'ruf mengatakan, faktor cuaca juga menjadi penyebab utama banjir besar di Jabodetabek kali ini.

Ia pun menyampaikan belasungkawa kepada korban banjir yang meninggal dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia berpesan agar para korban yang selamat memperhatikan betul petunjuk petugas di lapangan agar terhindar dari bahaya.

Baca juga: Jakarta Banjir, Anggaran Triliunan Rupiah Formula E DKI Dikritik

"Saya menyampaikan rasa prihatin, duka cita, atas banyaknya yang meninggal korban banjir," ujar Ma'ruf.

"Selain saya mengucapkan duka cita, mohon kepada keluarga dan masyarakat yang terkena musibah banjir ini bersabar, menerima ini, dan juga memperhatikan petunjuk yang diberikan oleh para petugas kita di lapangan dalam menangani banjir," lanjut Ma'ruf.

Banjir melanda sebagian wilayah Jakarta, pada Rabu (1/1/2020). Sejumlah wilayah masih tergenang hingga Jumat ini. 

Selain Jakarta, beberapa titik di Tangerang, Tangerang Selatan, dan Lebak juga mengalami banjir. Begitu pula di Bogor, Depok, dan Bekasi, Jawa Barat. 

Baca juga: Ridwan Kamil Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana untuk 5 Daerah

BNPB mencatat sebanyak 43 orang meninggal akibat banjir dan longsor di Jabodetabek. 

Sementara Pemprov Jawa Barat menetapkan tanggap darurat bencana untuk lima daerah. Kelimanya yakni, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, dan Karawang.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Isu Perombakan Kabinet, Surya Paloh: Enggak Terlalu Penting, untuk Apa 'Reshuffle'?

Soal Isu Perombakan Kabinet, Surya Paloh: Enggak Terlalu Penting, untuk Apa "Reshuffle"?

Nasional
Ketua MPR: Kita Tidak Maju kalau Setiap Pergantian Pimpinan Nasional Terjadi Perubahan Haluan

Ketua MPR: Kita Tidak Maju kalau Setiap Pergantian Pimpinan Nasional Terjadi Perubahan Haluan

Nasional
Tingkat Kepatuhan Pakai Masker di Tempat Wisata Bali dan Kepri Rendah, Satgas Ingatkan Vaksinasi Belum 100 Persen

Tingkat Kepatuhan Pakai Masker di Tempat Wisata Bali dan Kepri Rendah, Satgas Ingatkan Vaksinasi Belum 100 Persen

Nasional
Jokowi: Kebebasan Individu Dijamin Konstitusi, tapi Ada Kepentingan Bersama

Jokowi: Kebebasan Individu Dijamin Konstitusi, tapi Ada Kepentingan Bersama

Nasional
PCR Akan Diwajibkan di Semua Moda Transportasi, Anggota DPR: Harusnya Digratiskan

PCR Akan Diwajibkan di Semua Moda Transportasi, Anggota DPR: Harusnya Digratiskan

Nasional
Naik Pesawat Wajib PCR, Kereta Api-Bus Boleh Antigen

Naik Pesawat Wajib PCR, Kereta Api-Bus Boleh Antigen

Nasional
Terbaru, Tes PCR untuk Naik Pesawat Boleh 3x24 Jam Sebelum Keberangkatan

Terbaru, Tes PCR untuk Naik Pesawat Boleh 3x24 Jam Sebelum Keberangkatan

Nasional
Dua Ilmuwan Indonesia Masuk Daftar 2 Persen Peneliti Teratas Dunia

Dua Ilmuwan Indonesia Masuk Daftar 2 Persen Peneliti Teratas Dunia

Nasional
Polri: Pelanggar Karantina Terancam Penjara 1 Tahun dan Denda Rp 100 Juta

Polri: Pelanggar Karantina Terancam Penjara 1 Tahun dan Denda Rp 100 Juta

Nasional
Yo Kim Tjan, Sang Perekam Pertama Lagu Indonesa Raya...

Yo Kim Tjan, Sang Perekam Pertama Lagu Indonesa Raya...

Nasional
93 Tahun Sumpah Pemuda, Jokowi: Pemuda Kekuatan Terbesar di Era Digital

93 Tahun Sumpah Pemuda, Jokowi: Pemuda Kekuatan Terbesar di Era Digital

Nasional
Jokowi: Tak Ada yang Aman dari Covid-19 sampai Semua Orang Aman

Jokowi: Tak Ada yang Aman dari Covid-19 sampai Semua Orang Aman

Nasional
DPR Raih Predikat Badan Publik Informatif, Puan: Ini Bukti dari Keterbukaan Parlemen

DPR Raih Predikat Badan Publik Informatif, Puan: Ini Bukti dari Keterbukaan Parlemen

Nasional
Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda, Nadiem Minta Anak Muda Ingat Tapak Sejarah Bangsa

Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda, Nadiem Minta Anak Muda Ingat Tapak Sejarah Bangsa

Nasional
Menteri PPPA Harap Desa Ramah Perempuan-Anak Jadi Episentrum Baru Pembangunan Nasional

Menteri PPPA Harap Desa Ramah Perempuan-Anak Jadi Episentrum Baru Pembangunan Nasional

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.