Menkominfo Minta Operator Seluler Pulihkan BTS yang Mati karena Banjir

Kompas.com - 02/01/2020, 16:53 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (kedua kiri), bersama Direktur Penyiaran Kemenkominfo Geryantika Kurnia (kiri), Staf khusus Menteri Philip Gobang (kedua kanan), Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan secara terpisah antara Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI dengan Direksi TVRI, di Jakarta, Jumat (6/12/2019). Johnny G Plate mengatakan penyelesaian masalah antara Helmy Yahya dan Dewan Pengawas TVRI perlu diselesaikan secara internal, namun TVRI harus tetap berjalan semestinya sehingga polemik tersebut tidak membuat kebuntuan pada TVRI. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/ama. GALIH PRADIPTAMenteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (kedua kiri), bersama Direktur Penyiaran Kemenkominfo Geryantika Kurnia (kiri), Staf khusus Menteri Philip Gobang (kedua kanan), Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan secara terpisah antara Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI dengan Direksi TVRI, di Jakarta, Jumat (6/12/2019). Johnny G Plate mengatakan penyelesaian masalah antara Helmy Yahya dan Dewan Pengawas TVRI perlu diselesaikan secara internal, namun TVRI harus tetap berjalan semestinya sehingga polemik tersebut tidak membuat kebuntuan pada TVRI. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) Johny G Plate meminta operator seluler memulihkan layanan menara base tranceiver station (BTS) yang mati karena banjir.

"Kementerian Kominfo akan terus melakukan monitoring terhadap jaringan telekomunikasi dan meminta operator seluler untuk mengerahkan segala upaya untuk melakukan pemulihan terhadap BTS yang masih down," kata Johny melalui keterangan tertulis, Kamis (2/1/2020).

Baca juga: Banjir Jakarta: Normalisasi yang Terhambat dan Hasil Naturalisasi yang Belum Terlihat

Menurut dia, banjir di Jabodetabek yang terjadi Rabu (1/1/2020) menyebabkan beberapa BTS seluler mengalami gangguan.

Sebab, terjadi pemutusan aliran listrik oleh PLN demi keamanan dan keselamatan.

Sampai Rabu malam, secara keseluruhan, masyarakat masih bisa menggunakan layanan seluler untuk berkomunikasi meskipun beberapa BTS mati.

BTS tersebut memiliki backup power dan operator mengerahkan mobile backup power atau genset portable.

Johny mengatakan, pada Kamis (2/1/2020), layanan telekomunikasi kembali terganggu karena back up power tersebut hanya bertahan beberapa jam dan operator seluler mengalami kendala untuk mengakses lokasi-lokasi yang BTS-nya down karena masih ada banjir.

Johny mengatakan, operator seluler bisa menggunakan genset untuk memulihkan BTS mereka demi layanan kepada masyarakat.

"Bisa menggunakan genset sehingga dapat berfungsi kembali secara normal meskipun PLN masih memutus (aliran listrik)," kata dia.

Baca juga: Anies: Daerah yang Sudah Ada Normalisasi Juga Terkena Banjir

Hujan yang mengguyur sejak Selasa (31/12/2019) hingga Rabu (1/1/2020) mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Jabodetabek.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, 16 orang meninggal dunia akibat banjir.

“Saat ini BNPB masih terus melakukan pendataan dari berbagai sumber dan kemungkinan jumlah korban bisa bertambah,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulis, Selasa (2/1/2020).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X