Bakamla RI Benarkan Kapal Asing Masuk Perairan Natuna

Kompas.com - 30/12/2019, 20:06 WIB
Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Laksdya Bakamla, A Taufiq di Kantor Bakamla di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/12/2019). KOMPAS.com/HaryantipuspasariKepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Laksdya Bakamla, A Taufiq di Kantor Bakamla di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Laksamana Madya Bakamla A Taufiq R membenarkan adanya kapal asing yang masuk ke Perairan Natuna di Kepulauan Riau.

Menurut dia, masuknya kapal asing itu sudah dilaporkan kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

"Ini sudah kami koordinasikan kepada Kemenko Polhukam, Kementerian Luar Negeri, karena walaupun bagaimana tentunya kita harus melakukan suatu kegiatan yang ada orkestrastif, dari segi diplomasi ada di Kementerian Luar Negari, kami laporkan, sudah sampai ke presiden," kata Taufik di Kantor Bakamla di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/12/2019).

Baca juga: Nelayan Jadi Gagah di Tengah-tengah Kapal Asing

Taufik mengatakan, informasi bahwa akan ada kapal asing yang masuk ke perairan Natuna sudah diterima pihaknya sejak 10 Desember 2019.

Oleh karena itu, seluruh pasukan memperketat penjagaan di daerah tersebut.

"Memang sejak 10 Desember kita sudah bekerja sama dengan partner di regional di dunia, ini akan ada pergerakan memang kapal-kapal fishing fleet-nya dari utara ke selatan yang kemungkinan masuk ke kita. Maka kita gerakan kapal-kapal kita ke sana," ujar dia.

Menurut Taufik, kapal asing itu masuk ke perairan Natuna, Kepulauan Riau pada 19 Desember 2019, kemudian diusir.

Baca juga: Duterte: Kapal Asing Wajib Izin atau Bakal Diperlakukan Tak Ramah

Namun, pada 24 Desember 2019, kapal asing itu kembali lagi masuk ke perairan Natuna dan tetap diusir.

"Diperkirakan tanggal 17 (Desember) mereka masuk ternyata mereka masuk tanggal 19 (Desember). Nah kita temukan kita usir, tetapi tanggal 24 (Desember) dia kembali, kembali lagi dengan perbuatan nah kita tetap hadir di sana," kata dia. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahfud Minta Obligor BLBI Sukarela Bayar Utang ke Negara

Mahfud Minta Obligor BLBI Sukarela Bayar Utang ke Negara

Nasional
Didakwa Terima Pemberian 25,7 Miliar, Edhy Prabowo Tak Ajukan Keberatan

Didakwa Terima Pemberian 25,7 Miliar, Edhy Prabowo Tak Ajukan Keberatan

Nasional
Jokowi Ingin Zakat Digunakan untuk Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

Jokowi Ingin Zakat Digunakan untuk Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

Nasional
Jokowi: Saya Imbau Pejabat Negara, Daerah hingga Swasta Bayar Zakat

Jokowi: Saya Imbau Pejabat Negara, Daerah hingga Swasta Bayar Zakat

Nasional
34 Napi Terorisme dari JAD hingga Simpatisan ISIS Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

34 Napi Terorisme dari JAD hingga Simpatisan ISIS Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

Nasional
Seorang DPO Teroris di Jakarta Menyerahkan Diri ke Polsek Pasar Minggu

Seorang DPO Teroris di Jakarta Menyerahkan Diri ke Polsek Pasar Minggu

Nasional
Soal Reshuffle Kabinet, PAN: Sejak Awal Kami Dukung Kebijakan Pemerintah

Soal Reshuffle Kabinet, PAN: Sejak Awal Kami Dukung Kebijakan Pemerintah

Nasional
Mahfud: Hitungan Terakhir, Utang BLBI ke Negara Rp 110 Triliun Lebih

Mahfud: Hitungan Terakhir, Utang BLBI ke Negara Rp 110 Triliun Lebih

Nasional
Marak Ajakan Poligami Lewat Medsos, Guru Besar UI: Banyak Masyarakat yang Keliru Paham

Marak Ajakan Poligami Lewat Medsos, Guru Besar UI: Banyak Masyarakat yang Keliru Paham

Nasional
Nasdem Buka Peluang Generasi Z Jadi Caleg 2024

Nasdem Buka Peluang Generasi Z Jadi Caleg 2024

Nasional
Edhy Prabowo Didakwa Terima Suap Rp 25,7 Miliar Terkait Izin Ekspor Benur

Edhy Prabowo Didakwa Terima Suap Rp 25,7 Miliar Terkait Izin Ekspor Benur

Nasional
PKS Dorong Pemerintah Jadikan RUU Perampasan Aset sebagai Prioritas

PKS Dorong Pemerintah Jadikan RUU Perampasan Aset sebagai Prioritas

Nasional
Vaksin Nusantara Menambah Kontroversi DPR Saat Pandemi, Ini Daftar Polemiknya

Vaksin Nusantara Menambah Kontroversi DPR Saat Pandemi, Ini Daftar Polemiknya

Nasional
BMKG Dorong Pemda Tingkatkan Mitigasi dan Kewaspadaan Warga Terhadap Bencana

BMKG Dorong Pemda Tingkatkan Mitigasi dan Kewaspadaan Warga Terhadap Bencana

Nasional
ICJR: Skor Fair Trial Indonesia di Masa Pandemi 55,31, Masih Perlu Perbaikan

ICJR: Skor Fair Trial Indonesia di Masa Pandemi 55,31, Masih Perlu Perbaikan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X