Komnas HAM Sebut Dukungan Masyarakat akan Pembangunan GKI Yasmin Meluas

Kompas.com - 24/12/2019, 14:53 WIB
Protes penyegelan GKI Yasmin pada Januari 2012 di depan Istana Presiden, Jakarta. dok BBC IndonesiaProtes penyegelan GKI Yasmin pada Januari 2012 di depan Istana Presiden, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) Mohammad Choirul Anam menyebutkan, dukungan masyarakat terhadap pembangunan GKI Yasmin di Bogor sudah meluas.

Hal tersebut, kata dia, menjadi titik terang atas polemik pembangunan gereja yang telah berlangsung selama kurang lebih 13 tahun itu.

"Titik terang ada, tantangan yang dihadapi jadi spesifik, dukungan masyarakat saat ini meluas. Memang tinggal sedikit (yang menolak)," ujar Anam saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/12/2019).

Menurut Anam, adanya kemajuan dari penyelesaian polemik ini dikarenakan kebijakan Wali Kota Bogor Bima Arya yang secara intensif terus melakukan dialog dan mendengarkan akar masalahnya.

Baca juga: Menunggu Janji Bima Arya Selesaikan Polemik GKI Yasmin...

Tidak hanya itu, sejumlah langkah taktis yang diambil Pemerintah Kota Bogor juga dinilai Anam menjadi modal tersendiri.

Terlebih, sudah ada tim khusus yang dinamakan Tim 7 yang terus melakukan dialog dengan pemerintah.

"Wali Kota intensif komunikasi dengan Tim 7 dan berbagai elemen masyarakat untuk mendukung keberadaan Gereja Taman Yasmin. Tinggal sekelompok kecil masyarakat (yang menolak)," kata dia.

Baca juga: KSP Disebut Tak Serius Tangani Kasus GKI Yasmin

Oleh karena itu, kata dia, dibutuhkan ketelatenan dan dialog untuk jalan keluar polemik ini.

Namun, upaya percepatan juga tetap penting dilakukan untuk menyelesaikannya.

"Semoga jemaat GKI Yasmin bisa memilki gereja yang mereka perjuangkan sejak lama dan tercipta kondisi yang toleran serta harmonis dalam kehidupan beragama sehari-hari di Bogor," kata dia.

Adapun pembangunan GKI Yasmin sendiri sudah terkatung-katung sejak 2008 dikarenakan adanya penolakan dari sejumlah warga di kawasan Curug Mekar, Bogor untuk membangun gereja tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hingga 2022, Kemendes PDTT Targetkan Pendirian 5.300 Lembaga Keuangan Desa

Hingga 2022, Kemendes PDTT Targetkan Pendirian 5.300 Lembaga Keuangan Desa

Nasional
Muhammadiyah: Presiden Buka Peluang Revisi Materi UU Cipta Kerja

Muhammadiyah: Presiden Buka Peluang Revisi Materi UU Cipta Kerja

Nasional
Lili: KPK Tak Bisa Jalan Sendirian, Butuh Sinergi Aparat Penegak Hukum

Lili: KPK Tak Bisa Jalan Sendirian, Butuh Sinergi Aparat Penegak Hukum

Nasional
Moeldoko Klaim Mahasiswa yang Unjuk Rasa Akan Nikmati Dampak Positif UU Cipta Kerja

Moeldoko Klaim Mahasiswa yang Unjuk Rasa Akan Nikmati Dampak Positif UU Cipta Kerja

Nasional
Komisi X Soroti Lambannya Kemendikbud Rilis Kurikulum Adaptif di Tengah Pandemi

Komisi X Soroti Lambannya Kemendikbud Rilis Kurikulum Adaptif di Tengah Pandemi

Nasional
Jelang Libur Panjang, Masyarakat Diminta Pertimbangkan Rencana Keluar Rumah

Jelang Libur Panjang, Masyarakat Diminta Pertimbangkan Rencana Keluar Rumah

Nasional
Perempuan Didorong Terlibat dan Kawal Proses Pilkada Serentak 2020

Perempuan Didorong Terlibat dan Kawal Proses Pilkada Serentak 2020

Nasional
Setahun Nadiem Jadi Mendikbud, Ketua Komisi X: Zonasi PPDB Belum Baik

Setahun Nadiem Jadi Mendikbud, Ketua Komisi X: Zonasi PPDB Belum Baik

Nasional
Setahun Jokowi-Ma'ruf: Lemahnya Oposisi dan Tumbuhnya Suara Jalanan

Setahun Jokowi-Ma'ruf: Lemahnya Oposisi dan Tumbuhnya Suara Jalanan

Nasional
Buruh di Bogor Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law, Desak Jokowi Terbitkan Perppu

Buruh di Bogor Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law, Desak Jokowi Terbitkan Perppu

Nasional
Satgas PEN Sebut Subsidi Upah Karyawan Gelombang 2 Cair November dan Desember

Satgas PEN Sebut Subsidi Upah Karyawan Gelombang 2 Cair November dan Desember

Nasional
Menkes Terawan: Angka Kesembuhan dan Kematian Covid-19 RI Lampaui Persentase Global

Menkes Terawan: Angka Kesembuhan dan Kematian Covid-19 RI Lampaui Persentase Global

Nasional
Bio Farma Bantah Harga Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Indonesia Lebih Mahal dari Brasil

Bio Farma Bantah Harga Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Indonesia Lebih Mahal dari Brasil

Nasional
Serapan Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional Belum Capai 50 Persen

Serapan Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional Belum Capai 50 Persen

Nasional
JPU Minta Majelis Hakim Tolak Eksepsi Jaksa Pinangki

JPU Minta Majelis Hakim Tolak Eksepsi Jaksa Pinangki

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X