Kompas.com - 23/12/2019, 18:46 WIB
Kepadatan arus lalu lintas di jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, terjadi di Simpang Gadog, Ciawi. Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah (one way) dari arah Jakarta menuju Puncak, Sabtu (12/10/2019). KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHKepadatan arus lalu lintas di jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, terjadi di Simpang Gadog, Ciawi. Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah (one way) dari arah Jakarta menuju Puncak, Sabtu (12/10/2019).


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan menerapkan rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, selama libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2020.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra menjelaskan, rekayasa tersebut dilakukan untuk menjamin kelancaran lalu lintas di kawasan Puncak selama libur Nataru.

"Di mana sistem satu arah secara bergantian yaitu dari jam 07.30 WIB sampai jam 12.00 WIB. Kemudian dilaksanakan one way arah Puncak dan jam 13.00 sampai jam 17.00 WIB," ujar Asep di Humas Mabes Polri, Senin (23/12/2019).

Asep mengatakan, kawasan Puncak merupakan salah satu objek yang menjadi pusat perhatian.

Pasalnya, di kawasan tersebut terdapat objek wisata dan sebagian warga juga sering melakukan ibadah di daerah Puncak.

Baca juga: Gantikan One Way di Jalur Puncak, Polisi dan BPTJ Sosialisasikan Sistem 2-1

Karena itu, penerapan one way diperlukan agar lalu lintas di kawasan Puncak tak mengalami hambatan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini perlu dilakukan supaya ada skala prioritas sebagaimana kemacetan baik dari bawah atau pun juga yang akan turun dari atas," katanya.

Asep menambahkan, dalam menghadapi libur Nataru, kepolisian menggelar Operasi Lilin 2019 guna memberikan jaminan keamanan, keselamatan, dan kelancaran berlalu lintas.

"Pihak kepolisian memberikan jaminan keamanan dan keselamatan serta kelancaran dan ketertiban berlalu lintas," katanya.

Sebelumnya, Kepolisian Resort Cianjur, Jawa Barat, berencana melakukan rekayasa lalu lintas one way dan buka tutup di kawasan Puncak pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Kebijakan itu diambil untuk mengantasipasi lonjakan kendaraan yang diprediksi terjadi selama libur akhir tahun.

“Kita tahu jalur Puncak ini kan jalannya cuma satu sehingga rekayasa jalan seperti buka tutup dan one way akan dilakukan pada jam-jam tertentu,” kata Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto di Cianjur, Senin (16/12/2019).

Rekayasa lalu lintas di kawasan Puncak merupakan bagian dari rencana strategis dari Operasi Lilin Lodaya 2019.

Saat ini, Polres Cianjur masih berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait rencana rekayasa lalu lintas tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Novel Sebut TWK Jadi Cara Pamungkas Habisi Pemberantasan Korupsi di KPK

Novel Sebut TWK Jadi Cara Pamungkas Habisi Pemberantasan Korupsi di KPK

Nasional
Soeharto Pernah Minta Muhammadiyah Jadi Partai Politik, tapi Ditolak Ketum

Soeharto Pernah Minta Muhammadiyah Jadi Partai Politik, tapi Ditolak Ketum

Nasional
Yang Perlu Diketahui soal Profesor, Gelar yang Diperoleh Megawati dari Unhan

Yang Perlu Diketahui soal Profesor, Gelar yang Diperoleh Megawati dari Unhan

Nasional
Novel Sudah Pernah Minta Hasil Asesmen TWK KPK, tapi Tidak Diberikan

Novel Sudah Pernah Minta Hasil Asesmen TWK KPK, tapi Tidak Diberikan

Nasional
Anggota DPR: Pemerintah Harusnya Pikirkan Ketersediaan Pangan Tercukupi

Anggota DPR: Pemerintah Harusnya Pikirkan Ketersediaan Pangan Tercukupi

Nasional
Akselerasi Penurunan Kemiskinan secara Inklusif, Mensos Ajak Penerima Bansos Manfaatkan SKA

Akselerasi Penurunan Kemiskinan secara Inklusif, Mensos Ajak Penerima Bansos Manfaatkan SKA

Nasional
Busyro Muqoddas: Birokrasi Indonesia adalah Produk Demokrasi Pilkada Transaksional

Busyro Muqoddas: Birokrasi Indonesia adalah Produk Demokrasi Pilkada Transaksional

Nasional
Jelang Pembukaan Wisata Bali untuk Wisman, Demer: Pelaku Pariwisata Harus Beradaptasi

Jelang Pembukaan Wisata Bali untuk Wisman, Demer: Pelaku Pariwisata Harus Beradaptasi

Nasional
Haji 2021 Terbatas untuk Warga Saudi dan Ekspatriat, Amphuri: Kita Harus Terima walau Berat

Haji 2021 Terbatas untuk Warga Saudi dan Ekspatriat, Amphuri: Kita Harus Terima walau Berat

Nasional
Kemenlu: WNI yang Bermukim di Arab Saudi Bisa Melakukan Ibadah Haji

Kemenlu: WNI yang Bermukim di Arab Saudi Bisa Melakukan Ibadah Haji

Nasional
Kemenlu Pastikan Ibadah Haji 2021 Hanya untuk Orang-orang yang Tinggal di Arab Saudi

Kemenlu Pastikan Ibadah Haji 2021 Hanya untuk Orang-orang yang Tinggal di Arab Saudi

Nasional
Menag: Saudi Umumkan Haji Hanya untuk Warganya dan Ekspatriat di Negara Itu

Menag: Saudi Umumkan Haji Hanya untuk Warganya dan Ekspatriat di Negara Itu

Nasional
PBNU: Wacana Pengenaan PPN untuk Pendidikan dan Sembako Tidak Tepat

PBNU: Wacana Pengenaan PPN untuk Pendidikan dan Sembako Tidak Tepat

Nasional
Giri Suprapdiono Sebut 3 Skenario Pelemahan KPK Melalui TWK

Giri Suprapdiono Sebut 3 Skenario Pelemahan KPK Melalui TWK

Nasional
UPDATE 12 Juni: Pemerintah Periksa 17.833.717 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 12 Juni: Pemerintah Periksa 17.833.717 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X