Menjadi Influencer Bela Negara

Kompas.com - 22/12/2019, 08:25 WIB
Mahfud MD dalam sesi kuliah tamu ?Bela Negara dan Penguatan Nilai Pancasila?, pada 17 Oktober 2019. (Dok. President University) Mahfud MD dalam sesi kuliah tamu ?Bela Negara dan Penguatan Nilai Pancasila?, pada 17 Oktober 2019. (Dok. President University)

BEBERAPA hari yang lalu bangsa kita memperingati Hari Bela Negara, tepatnya setiap 19 Desember. Tahun ini adalah peringatan yang ke-71, namun sepertinya gaungnya masih terbatas pada adanya upacara di instansi pemerintah dan tentu kualitas kesadaran warganegara terkait bela negara perlu menjadi kajian kita semua.

Bahkan masih banyak yang belum mengetahuinya, 19 Desember 1948 merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia memperingati terbentuknya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia, untuk mengisi kekosongan kepemimpinan Pemerintahan negara Kesatuan Republik (NKRI) dalam rangka bela negara.

Mengapa negara harus dibela?

Dalam konsepsi geopolitik, negara adalah semacam organisme yang hidup. Yang mengikuti siklus alamiah seperti manusia, yaitu lahir, tumbuh, berkembang, maju, kemudian menyusut dan ahirnya mati.

Eksistensi bangsa dan negara juga senantiasa menghadapi beragam ancaman yang bersifat multidimensi.

Bela negara harus menjadi perhatian dan komitmen kita semua. Presiden Jokowi dalam amanat hari bela negara mengatakan, bela negara bukan hanya alat apabila negara dan bangsa menghadapi ancaman, tapi juga bisa menjadi alat untuk mencapai tujuan nasional bangsa.

Untuk itu, bela negara perlu disesuaikan dengan kondisi kekinian masyarakat sebagai wujud aktualisasi, serta dilandasi sinergi semua pemangku kepentingan, sehingga terwujud kekuatan yang besar untuk mencapai tujuan besar bangsa.

Maka diperlukan sumber daya unggul bangsa, termasuk semberdaya manusia Indonesia yang paripurna. Yang menurut Presiden Jokowi, manusia paripurna tidak hanya memiliki kapasitas dan keterampilan yang tinggi, namun manusia paripurna adalah makhluk Tuhan yang bisa mensyukuri berkah kebhinekaan, mampu bekerja sama, dan siap menghadapi persaingan global yang kompetitif.

Era disrupsi saat ini menuntut kita berubah dan berinovasi agar tidak tertinggal atau bahkan punah. Termasuk dalam merawat eksistensi dan keutuhan negri tercinta. Signifikan faktornya tergantung pada kualitas dan kuantitas kesadaran bela negara warganegaranya, yang tentu tidak hanya menjiwai dan mencintai juga memiliki kemampuan awal bela negara.

Kemampuan awal bela negara, diartikan sebagai potensi dan kesiapan untuk melakukan aksi bela negara sesuai dengan profesi dan kemampuannya masing-masing. Idealnya semua warganegara yang memiliki kemampuan bela negara diharapkan mau berperan sebagai influencer, insan kreatif yang mampu memengaruhi lingkungan masing-masing dalam upaya bela negara.

Warga negara yang berperan sebagai influencer diperlukan, agar aksi bela negara dapat terwujud secara sistimatis, terstruktur, terstandarisasi dan masif sesuai yang dimanatkan oleh Inpres No 7 tahun 2018, tentang Rencana Aksi Nasional Bela negara

Peran influencer demikian penting, mengingat hakekat perang yang dihadapi saat ini bersifat asimetris, yaitu pertikaian dan perang yang tidak mengutamakan penggunaan senjata fisik melainkan perang ide-ide dan narasi untuk menjatuhkan lawan menggunakan dengan strategi modern dan media digital.

Termasuk strategi proxy war, perang yang menggunakan tangan orang lain untuk memukul, termasuk dengan senjata disinformasi (hoaks) dalam bentuk berita bohong, fitnah dan ujaran kebencian. Yang sangat potensial merusak sendi-sendi keutuhan bangsa Indonesia. Terlebih saat momentum kontestasi politik pilpres dan pileg yang penuh dengan kegaduhan dan provokatif.

Sehingga kehadiran influencer bela negara, diharapkan mampu menjadi penengah, oase yang menyejukan dan promotor silaturahmi ditengah polarisasi masyarakat akibat kontestasi politik yang tajam dengan menebar virus persaudaraan, virus nalar positif dalam berpolitik dan bijak dalam berpolitik untuk mewujudkan kebajikan publik dengan cara demokratis dan konstitusional.

Influencer adalah kata serapan dari bahasa Inggris, awalnya digunakan dalam bidang marketing yang dikenal dengan nama marketing influencer. Selanjutnya menjadi kosa kata yang popular dan digunakan dalam keseharian dalam wacana publik yang terkait dengan makna pemengaruh.

Infulencer hakekatnya adalah orang yang mampu memengaruhi lingkungannya dan publik, biasanya dengan memanfaatkan media sosial, dengan follower yang cukup banyak dan punya pengaruh yang kuat terhadap follower mereka, seperti artis, selebgram, blogger, youtuber, dan lain sebagainya. Atau siapa saja yang memiliki passion dan komitmen kuat untuk menebar nilai-nilai bela negara melalui berbagai kesempatan dan media.

Bahkan influencer seringkali lebih disukai dan dipercaya oleh followers dan audience dan menjadi role model. Sehingga apa yang mereka sampaikan, apa yang mereka lakukan akan efektif menginspirasi dan mempengaruhi para followersnya dalam bersikap dan bertindak.

Pada dasarnya, tiap warga negara secara potensial mempunyai kemampuan awal bela negara dalam wujud komitmen kuat akan nilai kebangsaan, percaya diri, profesional dalam bidangnya, proaktif serta memiliki kemampuan antisipatif mengatasi berbagai bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) melalui sikap dan tindakan nyata dalam berbagai bentuknya dari yang kecil hingga yang besar.

Ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) yang dihadapi bangsa kita saat ini di era digital dan post truth sesungguhnya memiliki kompleksitas yang tinggi terkait aspek: demografi, geografi, sumber daya alam dan lingkungan, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, dan aspek pertahanan keamanan yang satu sama lain saling terkait.

Diperlukan dukungan nyata setiap warga negara untuk berperan signifikan dalam mengantisipasi dan mengatasi ancaman bangsa adalah wujud nyata bela negara. Maka, agar aksi bela negara dapat berhasil optimal diperlukan pemahaman bersama tentang berbagai bentuk ATGH. Sehingga, aksi bela negara menjadi gerakan nasional yang lebih efektif.

Untuk memahami bentuk-bentuk ATGH di lingkungan masing-masing perlu kemampuan analisis terhadap lingkungan strategis yang berkembang. Caranya dengan memerhatikan potensi sumber daya yang ada, termasuk memanfaatkan nilai kearifan lokal, memahami dan memiliki kesadaran (awareness) terhadap ancaman faktual atau potensial, sehingga aksi bela negara menjadi solusi kontruktif dan komprehensif merawat NKRI tetap tegak.

Aksi bela negara dengan pemahaman yang positif dan konstruktif diharapkan mampu mengantisipasi dan mengatasi setiap bentuk ATGH untuk membangun dan memelihara ketahanan nasional dengan semangat untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil dan makmur.

Semangat untuk mewujudkan cita-cita bangsa, merupakan sikap dan tekad kebangsaan untuk mewujudkan cita-cita bersama. Sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam semangat kebangsaan merupakan energi potensial yang tinggi dari bangsa Indonesia dan akan berdaya guna secara efektif jika digunakan dengan semangat kebangsaan dalam persatuan dan kesatuan tanpa membedakan suku, ras, agama dan kelompok.

Dengan semangat yang tinggi berlandaskan sikap dan tekad yang membara akan mampu mendayagunakan seluruh potensi sumber daya nasional dan kearifan lokal, dengan, memperhatikan secara sungguh-sungguh berbagai bentuk ancaman dan tantangan yang timbul sesuai dengan perkembangan zaman.

Kearifan lokal, yang merupakan khazanah kekayaan bangsa yang ada di seluruh wilayah nusantara dapat menjadi rujukan dan inspirasi membangun peradaban unggul bangsa Indonesia. Sekaligus untuk mendorong akselerasi pembangunan ketahanan nasional dan menyukseskan pembangunan nasional menuju terwujudnya masyarakat adil dan makmur

Saat ini telah terjadi pergeseran dan dinamika global di berbagai bidang: kutub geopolitik, geoekonomi, dan kekuatan militer dunia. Pergeseran ini telah menimbulkan dinamika ancaman baru yang bersifat multidimensional. Kini tidak lagi ancaman fisik namun juga ancaman non fisik seperti : ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya.

Kita berharap Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), mampu mensinergikan energi kolektif masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi upaya-upaya sistematis yang mengancam kedaulatan, keselamatan dan keutuhan NKRI sesuai Inpres Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela negara. Yang dilaksanakan dengan metode diklat maupun non-diklat.

Juga dengan multi pendekatan kreatif yang bersifat kekinian, tidak dogmatis, sehingga semangat bela negara menjadi hal yang menyatu di dalam diri setiap warga negara Indonesia seutuhnya. Dan menjadi gaya hidup (life style) yang bersemayam dihati sanubari masyarakat Indonesia.

Dengan pendekatan tersebut, pelaksanaan Aksi Nasional Bela negara memiliki ruang lingkup yang holistik dan menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa dan negara, untuk bergandengan tangan guna mengantisipasi ancaman multidimensional yang nyata maupun faktual.

Secara fungsional influencer bela negara hakikatnya adalah seorang pendidik yaitu seorang human transformer yang diharapkan mampu memengaruhi dan merubah insan Indonesia untuk memiliki komitmen kebangsaan terbaik, mau dan mampu menjadi insan Indonesia yang siap menyebar virus bela negara bagi keutuhan dan kejayaan bangsa Indonesia ke depan. Semoga !



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MKD Gelar Rapat Pleno Terkait Kasus Azis Syamsuddin Siang Ini

MKD Gelar Rapat Pleno Terkait Kasus Azis Syamsuddin Siang Ini

Nasional
Risma Usul Terorisme Masuk RUU Penanggulangan Bencana, Ini Alasannya

Risma Usul Terorisme Masuk RUU Penanggulangan Bencana, Ini Alasannya

Nasional
MAKI: Pak Firli Mundur Saja, Sudah Setahun Kontroversi Terus

MAKI: Pak Firli Mundur Saja, Sudah Setahun Kontroversi Terus

Nasional
Jokowi Beri Arahan Terkait Tindak Lanjut 75 Pegawai KPK, Ini Respons Menpan RB

Jokowi Beri Arahan Terkait Tindak Lanjut 75 Pegawai KPK, Ini Respons Menpan RB

Nasional
IAKMI: Vaksinasi Gotong Royong Harus Perhatikan Prinsip Keadilan

IAKMI: Vaksinasi Gotong Royong Harus Perhatikan Prinsip Keadilan

Nasional
4 Keluarga Korban Serangan MIT di Poso Terima Santunan dari Pemerintah

4 Keluarga Korban Serangan MIT di Poso Terima Santunan dari Pemerintah

Nasional
Indonesia Akan Beri Bantuan 500.000 Dollar AS kepada Palestina

Indonesia Akan Beri Bantuan 500.000 Dollar AS kepada Palestina

Nasional
Konflik Israel dan Palestina Tak Terkait Agama, Pemerintah Diminta Edukasi Masyarakat

Konflik Israel dan Palestina Tak Terkait Agama, Pemerintah Diminta Edukasi Masyarakat

Nasional
Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terintegrasi dengan LRT dan MRT

Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terintegrasi dengan LRT dan MRT

Nasional
Berhasil Kumpulkan Dana hingga Rp 100 Miliar, Dompet Dhuafa Apresiasi Para Donatur

Berhasil Kumpulkan Dana hingga Rp 100 Miliar, Dompet Dhuafa Apresiasi Para Donatur

Nasional
Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tingkatkan Efisiensi Layanan Transportasi

Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tingkatkan Efisiensi Layanan Transportasi

Nasional
Jokowi Targetkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diuji Coba Akhir 2022

Jokowi Targetkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diuji Coba Akhir 2022

Nasional
Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Pemerintah Berharap Investor Lebih Percaya Diri

Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Pemerintah Berharap Investor Lebih Percaya Diri

Nasional
Kemenlu Segera Mulai Vaksinasi WNI Kelompok Rentan di Penampungan Luar Negeri

Kemenlu Segera Mulai Vaksinasi WNI Kelompok Rentan di Penampungan Luar Negeri

Nasional
Didampingi Dubes China dan Luhut, Jokowi Tinjau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Didampingi Dubes China dan Luhut, Jokowi Tinjau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X