Menjadi Influencer Bela Negara

Kompas.com - 22/12/2019, 08:25 WIB
Mahfud MD dalam sesi kuliah tamu ?Bela Negara dan Penguatan Nilai Pancasila?, pada 17 Oktober 2019. (Dok. President University) Mahfud MD dalam sesi kuliah tamu ?Bela Negara dan Penguatan Nilai Pancasila?, pada 17 Oktober 2019. (Dok. President University)

Warga negara yang berperan sebagai influencer diperlukan, agar aksi bela negara dapat terwujud secara sistimatis, terstruktur, terstandarisasi dan masif sesuai yang dimanatkan oleh Inpres No 7 tahun 2018, tentang Rencana Aksi Nasional Bela negara

Peran influencer demikian penting, mengingat hakekat perang yang dihadapi saat ini bersifat asimetris, yaitu pertikaian dan perang yang tidak mengutamakan penggunaan senjata fisik melainkan perang ide-ide dan narasi untuk menjatuhkan lawan menggunakan dengan strategi modern dan media digital.

Termasuk strategi proxy war, perang yang menggunakan tangan orang lain untuk memukul, termasuk dengan senjata disinformasi (hoaks) dalam bentuk berita bohong, fitnah dan ujaran kebencian. Yang sangat potensial merusak sendi-sendi keutuhan bangsa Indonesia. Terlebih saat momentum kontestasi politik pilpres dan pileg yang penuh dengan kegaduhan dan provokatif.

Sehingga kehadiran influencer bela negara, diharapkan mampu menjadi penengah, oase yang menyejukan dan promotor silaturahmi ditengah polarisasi masyarakat akibat kontestasi politik yang tajam dengan menebar virus persaudaraan, virus nalar positif dalam berpolitik dan bijak dalam berpolitik untuk mewujudkan kebajikan publik dengan cara demokratis dan konstitusional.

Influencer adalah kata serapan dari bahasa Inggris, awalnya digunakan dalam bidang marketing yang dikenal dengan nama marketing influencer. Selanjutnya menjadi kosa kata yang popular dan digunakan dalam keseharian dalam wacana publik yang terkait dengan makna pemengaruh.

Infulencer hakekatnya adalah orang yang mampu memengaruhi lingkungannya dan publik, biasanya dengan memanfaatkan media sosial, dengan follower yang cukup banyak dan punya pengaruh yang kuat terhadap follower mereka, seperti artis, selebgram, blogger, youtuber, dan lain sebagainya. Atau siapa saja yang memiliki passion dan komitmen kuat untuk menebar nilai-nilai bela negara melalui berbagai kesempatan dan media.

Bahkan influencer seringkali lebih disukai dan dipercaya oleh followers dan audience dan menjadi role model. Sehingga apa yang mereka sampaikan, apa yang mereka lakukan akan efektif menginspirasi dan mempengaruhi para followersnya dalam bersikap dan bertindak.

Pada dasarnya, tiap warga negara secara potensial mempunyai kemampuan awal bela negara dalam wujud komitmen kuat akan nilai kebangsaan, percaya diri, profesional dalam bidangnya, proaktif serta memiliki kemampuan antisipatif mengatasi berbagai bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) melalui sikap dan tindakan nyata dalam berbagai bentuknya dari yang kecil hingga yang besar.

Ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) yang dihadapi bangsa kita saat ini di era digital dan post truth sesungguhnya memiliki kompleksitas yang tinggi terkait aspek: demografi, geografi, sumber daya alam dan lingkungan, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, dan aspek pertahanan keamanan yang satu sama lain saling terkait.

Diperlukan dukungan nyata setiap warga negara untuk berperan signifikan dalam mengantisipasi dan mengatasi ancaman bangsa adalah wujud nyata bela negara. Maka, agar aksi bela negara dapat berhasil optimal diperlukan pemahaman bersama tentang berbagai bentuk ATGH. Sehingga, aksi bela negara menjadi gerakan nasional yang lebih efektif.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 9 Mei: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 86.846 Orang

UPDATE 9 Mei: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 86.846 Orang

Nasional
Mendagri Wanti-wanti Kepala Daerah Cegah Kerumunan Jelang Lebaran: Jangan Sampai Lengah

Mendagri Wanti-wanti Kepala Daerah Cegah Kerumunan Jelang Lebaran: Jangan Sampai Lengah

Nasional
Kaji Pertanyaan Tes Pegawai KPK, Komnas Perempuan Minta Akses Langsung ke BKN

Kaji Pertanyaan Tes Pegawai KPK, Komnas Perempuan Minta Akses Langsung ke BKN

Nasional
UPDATE 9 Mei: Ada 98.395 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

UPDATE 9 Mei: Ada 98.395 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

Nasional
UPDATE 9 Mei: 3.922 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Masih Tertinggi

UPDATE 9 Mei: 3.922 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Masih Tertinggi

Nasional
Kemenkes: Pembayaran Insentif Tenaga Kesehatan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet dalam Proses

Kemenkes: Pembayaran Insentif Tenaga Kesehatan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet dalam Proses

Nasional
Muhaimin Iskandar Minta Pemerintah Tolak Masuknya Seluruh WNA ke Indonesia di Tengah Pelarangan Mudik

Muhaimin Iskandar Minta Pemerintah Tolak Masuknya Seluruh WNA ke Indonesia di Tengah Pelarangan Mudik

Nasional
UPDATE 9 Mei: Bertambah 170, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 47.012 Orang

UPDATE 9 Mei: Bertambah 170, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 47.012 Orang

Nasional
UPDATE 9 Mei: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.568.277 Orang

UPDATE 9 Mei: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.568.277 Orang

Nasional
UPDATE: Tambah 86.846 Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 15.201.727

UPDATE: Tambah 86.846 Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 15.201.727

Nasional
UPDATE 9 Mei: Bertambah 3.922 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.713.684

UPDATE 9 Mei: Bertambah 3.922 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.713.684

Nasional
Lakpesdam PBNU Nilai Soal-Soal TWK Pegawai KPK Ngawur dan Tidak Profesional

Lakpesdam PBNU Nilai Soal-Soal TWK Pegawai KPK Ngawur dan Tidak Profesional

Nasional
Muhaimin Iskandar Singgung Pemerintah yang Larang Masyarakat Mudik tetapi Izinkan WNA Masuk

Muhaimin Iskandar Singgung Pemerintah yang Larang Masyarakat Mudik tetapi Izinkan WNA Masuk

Nasional
Indonesia Kecam Pengusiran Paksa Warga Palestina oleh Polisi Israel Saat Tarawih di Masjid Al Aqsa

Indonesia Kecam Pengusiran Paksa Warga Palestina oleh Polisi Israel Saat Tarawih di Masjid Al Aqsa

Nasional
Muhammadiyah Sayangkan Ada Pertanyaan 'Bersedia Lepas Jilbab' dalam Tes Wawasan Kebangsaan KPK

Muhammadiyah Sayangkan Ada Pertanyaan 'Bersedia Lepas Jilbab' dalam Tes Wawasan Kebangsaan KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X