Bertemu Menko Polhukam Mahfud MD, Menkes Terawan Bahas Ketahanan Kesehatan

Kompas.com - 20/12/2019, 11:21 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan Kementerian Kesehatan siap mendukung Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif dalam memajukan pariwisata Indonesia melalui wisata kesehatan. Nicholas Ryan AdityaMenteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan Kementerian Kesehatan siap mendukung Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif dalam memajukan pariwisata Indonesia melalui wisata kesehatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2019).

Pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu membicarakan sejumlah hal tentang kesehatan di Indonesia, salah satunya adalah soal ketahanan kesehatan.

"Jadi mengenai pelayanan kesehatan, angka kematian ibu, anak, dan sebagainya, itu kan berkaitan. Kalau ketahanan kita turun, runtuh, akan memengaruhi kesehatan global," kata Terawan.

"Karena itu kami diminta apa yang jadi masukannya, supaya pelayanan kesehatan menjadi semakin baik, BPJS bisa diinikan (dimanfaatkan)," ucap dia.

Baca juga: Jokowi Sebut Menkes Sudah Punya Jurus Atasi Defisit BPJS Kesehatan

Tidak hanya itu, menurut Terawan, Kemenkes juga menyampaikan tentang angka kematian ibu, bayi. Mereka juga membahas imunisasi, vaksinasi, serta mengenai persoalan stunting.

Menurut dia, hal tersebut termasuk dalam ketahanan jangka panjang yang akan sangat berpengaruh terhadap ketahanan manusia (manpower).

"Kalau kita manpower-nya tak sehat, otomatis di kemudian hari kita tak punya ketahanan yang baik. Karena ternyata kesehatan itu berpengaruh banyak, termasuk ke ketahanan," kata dia.

Terkait kondisi ketahanan kesehatan di Indonesia sendiri, kata dia, saat ini sudah berjalan sesuai jalurnya.

Antara lain, dengan menurunnya angka stunting, kematian ibu, hingga kematian bayi.

Baca juga: Menkes Sebut Dokter Penyebab Tunggakan BPJS, Ini Tanggapan IDI...

Kendati demikian, Kemenkes ingin agar ketahanan tersebut lebih diperkuat lagi demi menghasilkan sumber daya manusia yang juga kuat ke depannya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan riset terhadap 84.000 balita dalam bentuk Hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI).

Hasilnya, prevalensi balita underweight atau gizi kurang tahun 2019 berada pada angka 16,29 persen. Angka inimengalami penurunan sebanyak 1,5 persen dari tahun lalu.

Kemudian prevalensi balita stunting pada 2019 sebanyak 27,67 persen, turun sebanyak 3,1 persen dari tahun lalu.

Sementara itu untuk prevalensi balita wasting (kurus), berada pada angka 7,44 persen. Angka ini turun 2,8 persen dari tahun lalu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komnas Perempuan Protes Candaan Mahfud MD yang Samakan Virus Corona dengan Istri

Komnas Perempuan Protes Candaan Mahfud MD yang Samakan Virus Corona dengan Istri

Nasional
Pemerintah: New Normal Bukan Berarti Kembali seperti Sebelum Adanya Pandemi Covid-19

Pemerintah: New Normal Bukan Berarti Kembali seperti Sebelum Adanya Pandemi Covid-19

Nasional
Multitafsir soal Operasional Ojek di Masa Pandemi, Mendagri Revisi Keputusannya

Multitafsir soal Operasional Ojek di Masa Pandemi, Mendagri Revisi Keputusannya

Nasional
Berkapasitas 360 Pasien, RS Covid Pulau Galang Saat Ini Rawat 36 Orang

Berkapasitas 360 Pasien, RS Covid Pulau Galang Saat Ini Rawat 36 Orang

Nasional
1.382 Bencana Terjadi di Indonesia hingga Akhir Mei, Belum Termasuk Covid-19

1.382 Bencana Terjadi di Indonesia hingga Akhir Mei, Belum Termasuk Covid-19

Nasional
Sebelum Terapkan New Normal, Suatu Daerah Wajib Lakukan Sosialisasi hingga Simulasi

Sebelum Terapkan New Normal, Suatu Daerah Wajib Lakukan Sosialisasi hingga Simulasi

Nasional
Ini 5 Provinsi dengan Kenaikan Kasus Harian Covid-19 Terbanyak pada 31 Mei

Ini 5 Provinsi dengan Kenaikan Kasus Harian Covid-19 Terbanyak pada 31 Mei

Nasional
Aspek Ini yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Terapkan New Normal

Aspek Ini yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Terapkan New Normal

Nasional
Hingga 31 Mei, Jumlah ODP 49.936 Orang dan PDP 12.913 Orang

Hingga 31 Mei, Jumlah ODP 49.936 Orang dan PDP 12.913 Orang

Nasional
Pemerintah: New Normal Tidak Mungkin Dilakukan Serempak

Pemerintah: New Normal Tidak Mungkin Dilakukan Serempak

Nasional
Bertambah 11.470, Total 323.376 Spesimen Covid-19 Telah Diperiksa Hingga 31 Mei 2020

Bertambah 11.470, Total 323.376 Spesimen Covid-19 Telah Diperiksa Hingga 31 Mei 2020

Nasional
UPDATE: Sebaran 700 Kasus Baru Covid-19 pada 31 Mei

UPDATE: Sebaran 700 Kasus Baru Covid-19 pada 31 Mei

Nasional
Kerusuhan di AS Meluas, DPR Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

Kerusuhan di AS Meluas, DPR Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

Nasional
UPDATE: Kasus Kematian akibat Covid-19 Menjadi 1.613 Orang, Bertambah 40 Orang

UPDATE: Kasus Kematian akibat Covid-19 Menjadi 1.613 Orang, Bertambah 40 Orang

Nasional
UPDATE: Tambah 293 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 7.308 Orang

UPDATE: Tambah 293 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 7.308 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X