Diminta Wiranto Mundur dari Ketum Hanura, OSO: Bukan Urusannya

Kompas.com - 18/12/2019, 19:32 WIB
Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang berpidato dalam musyawarah nasional (Munas) Hanura di Jakarta, Selasa (17/12/2019) malam. Dalam Munas yang beragendakan pemilihan ketua umum itu Oesman menjadi kandidat tunggal untuk periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
  *** Local Caption *** 
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAKetua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang berpidato dalam musyawarah nasional (Munas) Hanura di Jakarta, Selasa (17/12/2019) malam. Dalam Munas yang beragendakan pemilihan ketua umum itu Oesman menjadi kandidat tunggal untuk periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww. *** Local Caption ***
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang ( OSO) diminta mantan ketua dewan pembina Partai Hanura Wiranto mundur dari jabatannya.

Menanggapi itu, OSO meminta Wiranto tidak lagi ikut campur soal urusan internal Hanura.

"Itu bukan urusan dia. Itu urusan Munas (Musyawarah Nasional). Munas meminta saya kembali (sebagai ketua umum)," kata OSO di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Lewat Munas III Hanura, OSO kembali terpilih sebagai Ketua Umum Hanura 2019-2024 secara aklamasi.

Baca juga: Anggap Kepemimpinan OSO Tak Sah, Kubu Wiranto Akan Gelar Munaslub

OSO pun diberikan mandat sebagai formatur tunggal untuk menyusun kepengurusan DPP Hanura 2019-2024.

OSO membantah soal janji dengan Wiranto untuk menjabat sebagai Ketua Umum Hanura hanya sampai 2019.

"Kalau pakta integritas itu adalah yamg kita ungkapkan kepada pernyataan tidak boleh mengkhianati partai, tidak boleh melakukan kebohongan-kebohongan, opsi-opsi yang bertentangan dengan AD/ART," jelasnya.

"Di luar itu, itu komitmen pribadi yang tidak menyangkut di dalam mekanisme organisasi partai. Karena partai itu punya AD/ART. Dan kekuasaan teritnggi itu adalah di Munas ini," lanjut OSO.

Soal penurunan suara Partai Hanura di Pemilu 2019 yang disinggung Wiranto, OSO menyatakan ada yang menyabotase partai Hanura. Menurutnya, Hanura bakal meraup banyak suara jika tidak ada gangguan.

"Itu kalau tidak diganggu. Kalau tidak diganggu itu akan luar bisa terjadi. Tapi kalau diganggu, disabot (disabotase) segala macam, akibatnya yang menjadi korban mereka-mereka semua (DPD Hanura)," sebutnya.

Diberitakan, Wiranto meminta OSO mundur dari jabatan Ketua Umum Hanura.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X