Survei Roda Tiga: Mayoritas Responden Tak Setuju Ibu Kota Dipindahkan

Kompas.com - 17/12/2019, 18:24 WIB
Roda Tiga Konsultan merilis hasil survei di Roda Tiga Cafe, Jakarta Selatan, Selasa (17/12/2019). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaRoda Tiga Konsultan merilis hasil survei di Roda Tiga Cafe, Jakarta Selatan, Selasa (17/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei Roda Tiga Konsultan menunjukkan bahwa mayoritas warga Indonesia tidak setuju Ibu Kota dipindahkan dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

"Responden cenderung menolak wacana pemindahan Ibu Kota negara dari Jakarta ke wilayah provinsi Kalimantan Timur. Sebanyak 32,8 persen responden berada di sisi tidak setuju," kata Direktur Riset Roda Tiga Konsultan Muh Taufiq Arif di Roda Tiga Cafe, Jakarta Selatan, Selasa (17/12/2019).

Meski mayoritas responden menyatakan tidak setuju pada pemindahan Ibu Kota, responden yang setuju jumlahnya relatif hampir bersaing, yaitu 29,3 persen.

Baca juga: Bekantan hingga Mangrove Dikhawatirkan Jadi Korban Pemindahan Ibu Kota

Sementara itu, responden yang sangat tidak setuju sebanyak 5,5 persen, dan responden yang sangat setuju 3,2 persen.

Sisanya, sebanyak 24,3 persen responden menyatakan netral, dan 4,8 persen tidak menjawab.

Adapun Roda Tiga Konsultan merupakan lembaga survei politik yang dipimpin oleh Muh Taufiq Arif.

Pada Pemilu 2019, Roda Tiga Konsultan terdaftar sebagai lembaga survei politik yang terverifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Survei ini melibatkan 1.200 responden dengan margin of error 2,89 persen. Survei itu digelar pada 26 November hingga 5 Desember menggunakan metode stratified systemic random sampling.

Baca juga: Walhi Sebut Cara Pemerintah Pindahkan Ibu Kota Seperti Orang Hendak Berlibur

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan ibu kota baru berada di Kalimantan. Hal itu disampaikan Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).

"Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur," kata Jokowi.

Jokowi menyatakan bahwa keputusan ini dilakukan setelah pemerintah melakukan kajian intensif.

"Pemerintah telah melakukan kajian mendalam dan intensifkan studinya selama tiga tahun terakhir," ujar Presiden.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X