Polri Belum Tentukan Perpanjangan Masa Kerja Satgas Tinombala

Kompas.com - 16/12/2019, 16:04 WIB
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019). KOMPAS.com/Devina HalimKepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019).
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Polri belum menentukan soal perpanjangan masa kerja Satuan Tugas (Satgas) Tinombala, yang bertugas memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Sulawesi Tengah.

Sebagai informasi, masa kerja bagi satgas tersebut akan berakhir pada Desember 2019.

"Sementara ini kita masih menggunakan waktu yang ada. Perpanjangan atau tidak nanti kita lihat," ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/12/2019).

Baca juga: Operasi Tinombala, Satu Anggota Brimob Gugur Tertembak di Bagian Belakang dan Perut


Asep pun memastikan bahwa kekuatan personel yang ada saat ini masih cukup. Maka dari itu, pihaknya belum berencana menambah personel.

Kendati demikian, kata Asep, kewaspadaan tim bakal ditingkatkan.

Menurutnya, kendala dalam perburuan Ali Kalora dan rekan-rekan adalah kondisi geografis.

"Di sana kan ada sebuah situasi geografis yang juga tidak ringan. Ada blank spot area yang kemudian juga sekali lagi secara geografis sulit dijangkau," ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa aparat kepolisian fokus untuk mengejar kelompok tersebut.

Apalagi, pasca-kejadian tewasnya seorang anggota Brimob Polda Sulteng setelah diserang kelompok itu.

Baca juga: Satgas Tinombala Buru Mujahidin Indonesia Timur, Penembak Anggota Brimob di Parigi

Sebelumnya, Polri telah memperpanjang masa kerja tim tersebut selama tiga bulan sejak Juli 2019. Dengan tambahan tiga bulan lagi, satgas akan bekerja hingga Desember 2019.

MIT sebelumnya dipimpin Santoso. Ali Kalora mengendalikan kelompok ini setelah Santoso tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala. Kelompok ini dituding kerap melancarkan teror di sejumlah titik di Poso.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X